METROSELEBES.COM-Harga emas naik pada perdagangan Selasa (waktu GMT) seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah akibat konflik antara Israel dan Iran. Lonjakan tersebut mencerminkan kecenderungan investor global untuk melindungi kekayaan mereka dengan beralih ke aset-aset safe haven di tengah ketidakpastian global. Seperti dikutip dari Reuters pada Selasa (17/06/2025).
Baca Juga: Tragedi Bantuan di Gaza: 51 Tewas Dihantam Tank Israel Saat Antre Makanan
Harga emas spot naik 0,4% menjadi $3.395,46 per ons pada pukul 10:46 GMT, sementara kontrak berjangka emas AS justru sedikit melemah 0,1% ke level $3.414,40.
Peningkatan ketegangan antara Israel dan Iran menjadi sorotan utama pasar. Dalam pidatonya di Parlemen Eropa, Raja Abdullah dari Yordania menyatakan bahwa agresi Israel terhadap Iran telah meningkatkan konflik kawasan ke tingkat yang dapat mengancam stabilitas global. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyatakan keinginannya untuk mengakhiri sengketa nuklir dengan Iran secara "nyata", bahkan memutuskan mempercepat kepulangannya dari pertemuan G7 di Kanada. Laporan terpisah menyebutkan bahwa Trump telah memerintahkan Dewan Keamanan Nasional AS untuk bersiap di ruang situasi.
Baca Juga: Iran Goyah: Penasihat Militer Khamenei Gugur, Ancaman Salah Langkah Membayangi
"Emas masih menunjukkan kecenderungan untuk melonjak ketika ada indikasi memburuknya konflik di Timur Tengah, mengingat logam mulia ini kini menjadi pilihan utama investor sebagai aset aman," kata Han Tan, kepala analis pasar di Exinity Group.
Sebagai aset tanpa imbal hasil, emas dipandang sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, serta cenderung menguat dalam lingkungan suku bunga rendah. Namun, Han Tan menambahkan bahwa harga emas mungkin akan benar-benar menembus $3.500 secara berkelanjutan hanya jika The Fed memberi sinyal pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.
Pasar kini menanti keputusan kebijakan moneter Federal Reserve dan pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell, yang dijadwalkan pada Rabu. Para pelaku pasar telah memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga sebelum akhir tahun ini.
Di sisi lain, Citi memperkirakan penurunan harga emas dalam jangka pendek hingga panjang. Dalam catatannya pada Senin, Citi memperkirakan harga emas bisa turun di bawah $3.000 per ons pada akhir 2025 atau awal 2026, seiring dengan menurunnya permintaan investasi dan prospek pertumbuhan ekonomi global yang membaik.
Baca Juga: Trump Setujui Akuisisi US Steel, Saham Nippon Steel Melonjak dan Cetak Rencana Investasi Jumbo
Artikel Terkait
Trump Setujui Akuisisi US Steel, Saham Nippon Steel Melonjak dan Cetak Rencana Investasi Jumbo
Ketegangan Timur Tengah dan Pertemuan The Fed Bayangi Pasar, S&P 500 Futures Menguat Tipis
PM Australia Desak Komitmen AUKUS dan Stabilitas Indo-Pasifik di Hadapan Trump
Putin dan Erdogan Kutuk Serangan Israel ke Iran, Desak Gencatan Senjata Segera
Di Tengah Ketegangan dengan Israel, Iran Siapkan RUU Tinggalkan Perjanjian Nuklir
Israel Diserang, Iran Ancam Keluar dari NPT, Dunia Waspada
Iran Desak Negara Teluk Jadi Penengah Gencatan Senjata dengan Israel, Siap Lunakkan Sikap di Meja Nuklir
Trump Siap Kirim Utusan Damai, Tapi Perang Udara Israel-Iran Kian Membara
Iran Goyah: Penasihat Militer Khamenei Gugur, Ancaman Salah Langkah Membayangi
Tragedi Bantuan di Gaza: 51 Tewas Dihantam Tank Israel Saat Antre Makanan