Kasus Cedera Dan Patah Tulang Meningkat Saat Haji 2025, Mayoritas Jemaah Lansia..!

photo author
REDAKSI, Metro Selebes
- Minggu, 1 Juni 2025 | 08:01 WIB
Jemaah Haji asal Indonesia yang dirawat di Rumah Sakit di Arab Saudi. (Foto : Kemennkes RI)
Jemaah Haji asal Indonesia yang dirawat di Rumah Sakit di Arab Saudi. (Foto : Kemennkes RI)

MAKKAH, METROSELEBES.COM – Ibadah haji tahun 2025 kembali dipadati jutaan jemaah dari seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Namun, di tengah kekhusyukan menunaikan rukun Islam kelima ini, sejumlah jemaah menghadapi tantangan serius terkait kondisi kesehatan, khususnya cedera dan gangguan pada sistem muskuloskeletal.

Kementerian Kesehatan RI melalui Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) mencatat, hingga hari ke-28 pelaksanaan ibadah haji atau pada 29 Mei 2025, lebih dari 79 persen jemaah Indonesia tergolong berisiko tinggi, mayoritas di antaranya merupakan lanjut usia (lansia).

Baca Juga: Kemenag Ingatkan Jemaah Haji Jaga Dokumen, Ke Toilet Pun Tas Paspor Jangan Dilepas

"Sebagian besar kasus cedera berupa patah tulang (fraktur), dislokasi, bahkan fraktur dislokasi terjadi pada jemaah lansia. Banyak di antara mereka terdorong saat turun dari bus, melakukan tawaf atau sai, hingga terpeleset di kamar mandi," ujar dr. Yudha Mathan Sakti, Penanggung Jawab Tim Visitasi ke sejumlah rumah sakit rujukan di Makkah, Sabtu, 31 Mei 2025.

Ia menambahkan, nyeri sendi dan pembengkakan kaki menjadi keluhan umum yang dialami jemaah risiko tinggi, terutama karena aktivitas fisik yang padat, seperti berjalan kaki jauh dan melakukan umrah berkali-kali.

Baca Juga: Kemenag Pastikan Proses Visa Jemaah Haji 2025 Ditutup, 203.279 Visa Telah Terbit

Menurut dr. Yudha, setidaknya ada lima faktor utama yang menyebabkan jemaah mengalami masalah kesehatan tulang dan sendi:

  1. Kerumunan padat, terutama saat tawaf, sai, atau turun dari bus, yang rentan menyebabkan dorongan, injakan, atau jatuh.
  2. Kondisi fisik jemaah, termasuk komorbiditas, gangguan persendian, osteoporosis, dan riwayat cedera.
  3. Kelelahan ekstrem, akibat ibadah yang panjang, cuaca panas, dan penurunan konsentrasi.
  4. Permukaan tak rata, seperti tangga bus, lantai licin karena air, atau penghalang jalan yang sulit terlihat.
  5. Penggunaan alas kaki yang tidak sesuai, yang dapat memperparah pembengkakan atau menyebabkan cedera.

Ia pun menyarankan jemaah yang mengalami cedera ringan agar segera beristirahat dan mengompres bagian yang sakit dengan es, serta melaporkannya ke petugas kesehatan kloter untuk mendapatkan perawatan atau rujukan medis.

Baca Juga: Jelang Puncak Haji, Kemenag Upayakan Jemaah Pasangan yang Terpisah Bisa Berkumpul di Armuzna

Dari 617 jemaah yang dirawat inap di berbagai rumah sakit Arab Saudi, 25 di antaranya mengalami cedera serius pada tulang, otot, dan sendi, seperti fraktur dan dislokasi tangan maupun kaki.

Selain itu, banyak jemaah mengalami keluhan sendi dan pembengkakan yang ditangani langsung oleh Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK).

Pihak Kemenkes mengingatkan bahwa kesehatan adalah aset utama dalam menjalankan ibadah haji.

Baca Juga: Arab Saudi Tindak Tegas Haji Ilegal, Pelanggar Terancam Denda Ratusan Juta dan Larangan Masuk 10 Tahun

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mahful Haruna

Sumber: Info Publik

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X