Jelang Puncak Haji, Kemenag Upayakan Jemaah Pasangan yang Terpisah Bisa Berkumpul di Armuzna

photo author
REDAKSI, Metro Selebes
- Rabu, 28 Mei 2025 | 11:03 WIB
Ilustrasi foto ibadah Haji - Kemenag tengah berusaha menyatukan pasangan jemaah calon haji yang terpisah.  (Foto : Unsplash/Ömer F. Arslan)
Ilustrasi foto ibadah Haji - Kemenag tengah berusaha menyatukan pasangan jemaah calon haji yang terpisah. (Foto : Unsplash/Ömer F. Arslan)

MAKKAH, METROSELEBES.COM – Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji 1446 H/2025 M di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Kementerian Agama (Kemenag) RI tengah mengupayakan agar para jemaah haji yang terpisah dari pasangan atau anggota keluarga bisa kembali berkumpul, meski hanya dalam ruang dan waktu terbatas.

Baca Juga: Arab Saudi Tindak Tegas Haji Ilegal, Pelanggar Terancam Denda Ratusan Juta dan Larangan Masuk 10 Tahun

Salah satu tantangan dalam penyelenggaraan haji tahun ini adalah adanya pemisahan pasangan jemaah — seperti suami dan istri, orang tua dan anak, hingga lansia dan pendamping — akibat sistem layanan baru yang menggunakan delapan syarikah atau perusahaan penyedia layanan jemaah di Arab Saudi.

Perbedaan syarikah membuat beberapa jemaah dari satu kloter bisa ditempatkan pada maktab atau pemondokan yang berbeda.

Baca Juga: Jelang Puncak Haji, 95 Persen Jemaah Indonesia Sudah Kantongi Kartu Nusuk

Merespons hal tersebut, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi kini tengah berkoordinasi intensif dengan berbagai sektor jemaah di Makkah untuk memfasilitasi penggabungan pasangan yang terpisah antarsyarikah.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag RI, Hilman Latief, mengatakan penggabungan dilakukan menjelang fase puncak haji agar para jemaah dapat beribadah lebih tenang dan nyaman.

“Misalkan untuk suami istri, mereka bisa digabung kembali, tapi di tenda yang terpisah karena tenda perempuan dan laki-laki dipisah.

Seperti di hotel juga, prinsipnya tetap dipisah,” ujar Hilman Latief di Makkah, sebagaimana dikutip dari laman resmi Kemenag, Rabu, 28 Mei 2025.

Baca Juga: Selama di Jeddah, Kemenag Imbau Jemaah Calon Haji Akses Kartu Nusuk Digital dan Tegaskan Data Sudah Terkunci

Meski berada di tenda berbeda, jemaah yang berhasil digabungkan akan ditempatkan dalam satu maktab yang sama atau setidaknya di lokasi tenda yang berdekatan, sehingga memudahkan untuk saling bertemu dan beraktivitas bersama di luar tenda.

“Jemaah terpisah ini bisa bergabung kembali ketika Armuzna, dalam artian berkegiatan bersama ketika di luar tenda,” tambah Hilman.

Ia juga mencontohkan bahwa pasangan suami istri bisa berangkat bersama untuk melempar jumrah atau berkegiatan di luar tenda saat cuaca mendukung, sehingga tetap terjaga semangat kebersamaan mereka selama menjalani rangkaian ibadah puncak haji.

Baca Juga: Kabar Gembira Bagi Nasabah Calon Haji, Pegadaian Hadirkan Promo Diskon Uang Muka Cicil Emas, Simak Ketentuannya..!

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mahful Haruna

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X