Pakar hukum keamanan nasional dari Universitas George Washington, Laura Dickinson, memperingatkan bahwa pengerahan ini menempatkan pasukan “di ujung pisau.” Menurutnya, operasi semacam ini tidak hanya berisiko fisik, tetapi juga dapat merusak citra militer dan mengikis dukungan publik.
Meski operasi besar telah berakhir, dampak politik dan hukum dari kebijakan ini masih bergulir. Pengadilan federal di San Francisco diperkirakan akan mengeluarkan putusan dalam waktu dekat.
Artikel Terkait
Pemerintah Gelontorkan 45 Ribu Ton Beras SPHP, Jaga Harga Tetap Stabil Hingga 2025
Digitalisasi Koperasi Desa Didorong Jadi Gerakan Hybrid Inklusif untuk Rakyat
Sri Mulyani Tegaskan: Pajak Penentu Indonesia Maju, Bukan Sekadar Kewajiban
Danantara Gelontorkan Rp1,5 Triliun Untuk Serap Gula Petani, Bapanas Ingatkan Soal Larangan Jual Di Bawah HAP
Mahfud MD Sindir Noel Ebenezer Yang Dulu Koar-Koar Koruptor Dihukum Mati, Kini Justru Tersandung Kasus
Penipuan Modus Kasihan di Parigi Moutong, Disebut Berulang Kali Lakukan Aksi
Kakek Tua Terlempar Saat Tebang Kelapa, Video Viral Hebohkan Warganet
DPR RI Berduka, Janji Kawal Keadilan Pasca Wafatnya Affan Kurniawan
AS Cabut Izin Samsung dan SK Hynix, Produksi Chip di China Terancam Terganggu
Trump Guncang Washington: Gelombang Pemecatan Pejabat Tinggi Picu Kekhawatiran Soal Batas Kekuasaan Presiden