JAKARTA, METROSELEBES.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Affan Kurniawan, seorang peserta aksi demonstrasi yang meninggal dunia pada Rabu (28/8/2025).
Dalam pernyataannya, DPR RI menegaskan akan mengawal proses hukum secara tuntas demi memastikan suara rakyat tidak lagi dibungkam oleh kekerasan.
“Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan,” demikian bunyi pernyataan resmi DPR RI melalui akun media sosialnya.
Baca Juga: Kakek Tua Terlempar Saat Tebang Kelapa, Video Viral Hebohkan Warganet
DPR RI juga menyadari bahwa peristiwa tragis yang menimpa Affan Kurniawan menjadi pengingat penting akan tanggung jawab negara dalam melindungi hak-hak rakyat.
Selain menyampaikan bela sungkawa, DPR RI juga memohon maaf apabila selama ini lembaga legislatif belum sepenuhnya memenuhi harapan rakyat.
Pihaknya berkomitmen untuk lebih terbuka, mendengar aspirasi, serta hadir secara nyata di tengah masyarakat.
Baca Juga: Penipuan Modus Kasihan di Parigi Moutong, Disebut Berulang Kali Lakukan Aksi
Kejadian ini mendapat sorotan luas karena menambah deretan kasus jatuhnya korban jiwa dalam aksi demonstrasi di Indonesia.
Laporan dari KontraS mencatat, sejak tahun 2019 hingga 2024 terdapat puluhan kasus kekerasan terhadap massa aksi yang melibatkan aparat.
Tragedi Affan Kurniawan mempertegas desakan publik agar DPR RI bersama pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terkait mekanisme pengamanan demonstrasi.
Pakar hukum tata negara juga menekankan, negara wajib menjamin kebebasan berekspresi yang dilindungi oleh konstitusi.
Artikel Terkait
Masalah Sampah Jadi PR Tahunan, Zulhas Ungkap Teguran Prabowo Soal Percepatan Penyelesaian
Tunjangan Rumah DPR Hanya Berlaku Sementara, Publik Ramai Pertanyakan Keadilan
Koperasi Jadi Pilar Ekonomi Baru, Potensi Besar di Sektor Pertanian hingga Digital
Pemerintah Gelontorkan 45 Ribu Ton Beras SPHP, Jaga Harga Tetap Stabil Hingga 2025
Digitalisasi Koperasi Desa Didorong Jadi Gerakan Hybrid Inklusif untuk Rakyat
Sri Mulyani Tegaskan: Pajak Penentu Indonesia Maju, Bukan Sekadar Kewajiban
Danantara Gelontorkan Rp1,5 Triliun Untuk Serap Gula Petani, Bapanas Ingatkan Soal Larangan Jual Di Bawah HAP
Mahfud MD Sindir Noel Ebenezer Yang Dulu Koar-Koar Koruptor Dihukum Mati, Kini Justru Tersandung Kasus
Penipuan Modus Kasihan di Parigi Moutong, Disebut Berulang Kali Lakukan Aksi
Kakek Tua Terlempar Saat Tebang Kelapa, Video Viral Hebohkan Warganet