Pengamat industri chip, Chris Miller, penulis buku Chip War, menilai kebijakan ini akan semakin menyulitkan produsen Korea dalam mengembangkan teknologi chip canggih di China. "Langkah ini bisa memberi keuntungan bagi produsen peralatan domestik China dan juga bagi Micron (MU.O), kompetitor utama Samsung dan SK Hynix di pasar memori," ujarnya.
Meski begitu, Miller mengingatkan bahwa jika kebijakan ini tidak diikuti dengan pembatasan terhadap produsen chip China seperti YMTC dan CXMT, justru bisa membuka celah pasar lebih luas bagi perusahaan-perusahaan China.
Selain itu, ribuan aplikasi lisensi dari perusahaan AS untuk mengekspor barang dan teknologi ke China kini menumpuk, termasuk peralatan semikonduktor bernilai miliaran dolar, menciptakan backlog besar yang belum terselesaikan. Dengan status Validated End User (VEU) yang kini dicabut, proses pengiriman peralatan ke Samsung dan SK Hynix ke depannya diperkirakan akan lebih lambat dan kompleks.
Langkah AS ini menandai eskalasi ketegangan baru dalam persaingan teknologi antara dua ekonomi terbesar dunia, dengan dampak signifikan bagi rantai pasok semikonduktor global.
Artikel Terkait
Tunjangan Rumah DPR Hanya Berlaku Sementara, Publik Ramai Pertanyakan Keadilan
Koperasi Jadi Pilar Ekonomi Baru, Potensi Besar di Sektor Pertanian hingga Digital
Pemerintah Gelontorkan 45 Ribu Ton Beras SPHP, Jaga Harga Tetap Stabil Hingga 2025
Digitalisasi Koperasi Desa Didorong Jadi Gerakan Hybrid Inklusif untuk Rakyat
Sri Mulyani Tegaskan: Pajak Penentu Indonesia Maju, Bukan Sekadar Kewajiban
Danantara Gelontorkan Rp1,5 Triliun Untuk Serap Gula Petani, Bapanas Ingatkan Soal Larangan Jual Di Bawah HAP
Mahfud MD Sindir Noel Ebenezer Yang Dulu Koar-Koar Koruptor Dihukum Mati, Kini Justru Tersandung Kasus
Penipuan Modus Kasihan di Parigi Moutong, Disebut Berulang Kali Lakukan Aksi
Kakek Tua Terlempar Saat Tebang Kelapa, Video Viral Hebohkan Warganet
DPR RI Berduka, Janji Kawal Keadilan Pasca Wafatnya Affan Kurniawan