JAKARTA, METROSELEBES.COM - Koperasi dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang di berbagai sektor karena sifatnya yang fleksibel dan mampu menyesuaikan dengan kebutuhan anggota serta perkembangan zaman.
Tidak hanya di sektor pertanian, koperasi juga dapat bergerak dalam perdagangan, jasa, hingga ranah digital sebagai solusi ekonomi bersama yang memperkuat kemandirian masyarakat dan mendorong kesejahteraan kolektif.
Dari data Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, potensi koperasi mencakup sektor hulu-hilir migas dan energi (SPBU mini, depot LPG desa, hingga bioenergi dan panel surya), perumahan dan infrastruktur (tabungan serta pembiayaan rumah kolektif), peternakan (pembelian pakan, penggemukan, dan pengolahan produk ternak), perikanan (alat tangkap bersubsidi, budidaya ikan/rumput laut, serta branding produk), hingga pertanian dan pangan (pupuk, benih, pengolahan, serta sertifikasi).
Baca Juga: Tunjangan Rumah DPR Hanya Berlaku Sementara, Publik Ramai Pertanyakan Keadilan
Selain itu, di sektor ekonomi kreatif dan digital, koperasi dapat berperan melalui platform e-commerce, inkubator talenta, hingga pengelolaan hak cipta.
Dengan cakupan yang luas ini, koperasi berpotensi menjadi wadah utama pemberdayaan masyarakat di era transformasi digital.
Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2024, tercatat lebih dari 127 ribu koperasi aktif dengan anggota sekitar 27 juta orang di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Masalah Sampah Jadi PR Tahunan, Zulhas Ungkap Teguran Prabowo Soal Percepatan Penyelesaian
Jika dikelola dengan manajemen modern dan dukungan digitalisasi, koperasi diyakini mampu memperkuat struktur ekonomi nasional sekaligus menghadirkan manfaat langsung bagi anggota dan masyarakat luas.
Kehadiran koperasi di berbagai sektor inilah yang diharapkan menjadi pilar ekonomi baru, sejalan dengan visi pemerintah mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang inklusif dan berkeadilan.***
Artikel Terkait
Ditanya Soal Nasib Eks Wamenaker Immanuel Ebenezer Di Partai Gerindra, Begini Kata Sufmi Dasco
Salah Satunya Untuk Keperluan Riset, Mensesneg Ungkap Alasan Mendiktisaintek Jadi Kepala Badan Industri Mineral
Prabowo Resmikan Badan Industri Mineral, Bahlil Jelaskan Perbedaan Tugasnya Dengan Kementerian ESDM
Aksi Tagar Bubarkan DPR Gaungkan Perlawanan Rakyat, Mahasiswa Desak Restrukturisasi Legislatif Dan Hapus Tunjangan Pejabat
Dana Pensiun ASN di Taspen Terancam, Pemerintah Ingatkan Risiko Likuiditas dan Lonjakan Klaim
Ada TNI Saat Pengamanan Demo di DPR, Polri Tegaskan Sudah Sesuai SOP
Tahun 2026, Masyarakat Beli Beli Gas LPG 3 Kg Wajib Pakai NIK
Wamendagri Akui Pajak Bangunan Masih Jadi Tulang Punggung Pemasukan Daerah
Masalah Sampah Jadi PR Tahunan, Zulhas Ungkap Teguran Prabowo Soal Percepatan Penyelesaian
Tunjangan Rumah DPR Hanya Berlaku Sementara, Publik Ramai Pertanyakan Keadilan