SYDNEY,METROSELEBES.COM-Indeks saham utama di Asia bergerak menguat tipis pada perdagangan Senin, didorong oleh laporan kinerja perusahaan yang solid, khususnya di sektor teknologi. Namun, perhatian investor kini tertuju pada rilis data inflasi Amerika Serikat yang diperkirakan menjadi penentu arah pergerakan dolar dan obligasi. Seperti dikutip dari Reuters pada Senin (11/08/2025).
Baca Juga: Rentetan Pencurian Motor Paksa KKN Kolaboratif di Lumajang Dihentikan Dini
Selain faktor ekonomi, ketidakpastian perdagangan dan geopolitik turut membayangi pasar. Batas waktu tarif impor AS terhadap Tiongkok akan berakhir Selasa ini, dengan ekspektasi besar akan kembali diperpanjang. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump dijadwalkan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska pada Jumat mendatang untuk membahas konflik Ukraina.
Analis memperkirakan inflasi inti AS pada Juli naik 0,3% secara bulanan, atau mencapai laju tahunan 3,0%, lebih tinggi dari target 2% The Federal Reserve (Fed). Jika data melebihi perkiraan, pasar bisa menunda ekspektasi pemangkasan suku bunga pada September, meski banyak pihak menilai angka yang dibutuhkan untuk mengubah pandangan pasar harus sangat signifikan mengingat pelemahan data ketenagakerjaan kini lebih dominan memengaruhi kebijakan.
“The Fed mulai menunjukkan kekhawatiran terhadap pertumbuhan setelah laporan ketenagakerjaan Juli,” ujar Bruce Kasman, Kepala Ekonom JPMorgan. “Kami memperkirakan siklus pelonggaran akan dimulai September, dengan risiko resesi mencapai 40%, meski pemangkasan tidak akan lebih dari 25 basis poin.”
Baca Juga: Beasiswa PIP Dorong Asa Pendidikan Papua Barat, Ratusan Siswa di Ransiki Terima Manfaat
Saat ini, pasar memperkirakan peluang 90% Fed memangkas suku bunga pada September, dan setidaknya satu kali lagi sebelum akhir tahun. Di sisi lain, kandidat pilihan Trump untuk posisi Gubernur The Fed, Stephen Miran, belum dipastikan akan siap memberikan suara dalam rapat September, sementara pencarian ketua baru kini mencakup sekitar 10 kandidat.
Optimisme terhadap pemangkasan suku bunga turut menopang sentimen pasar, didukung hasil laporan keuangan yang kuat. Data Bank of America menunjukkan 73% perusahaan mengalahkan ekspektasi laba, jauh di atas rata-rata jangka panjang 59%, sementara 78% melampaui perkiraan pendapatan.
Di pasar berjangka, S&P 500 dan Nasdaq menguat 0,1% mendekati rekor tertinggi. Laporan Financial Times yang menyebut raksasa teknologi Nvidia dan AMD sepakat menyerahkan 15% pendapatan penjualan chip di Tiongkok kepada pemerintah AS demi lisensi ekspor, masih menjadi tanda tanya di kalangan analis.
Baca Juga: Kecapi: Permata Tropis Penjaga Kesehatan yang Mulai Dilupakan
Artikel Terkait
Zelenskiy Tegaskan Ukraina Tak Akan Serahkan Wilayah, Jelang Pertemuan Trump–Putin di Alaska
Dari Brasil ke London, Estevao Willian Disebut Pewaris Takhta Neymar
Brutal Main Hakim Sendiri di Sulteng, Warga Tuntut Keadilan untuk Korban
PPATK & Kemensos Sisir Rekening Penerima Bansos, Judi Online Jadi Sasaran Pembersihan Data
KPK Tegaskan Pengawasan Ketat, Koperasi Desa Merah Putih Bebas Korupsi
Koperasi Desa ‘Merah Putih’ Jadi Senjata Baru Pemerintah Perkuat Ekonomi Umat
Kecapi: Permata Tropis Penjaga Kesehatan yang Mulai Dilupakan
Kopdeskel Merah Putih: Gerakan Ekonomi Desa yang Siap Mengubah Wajah Perekonomian Lokal
Beasiswa PIP Dorong Asa Pendidikan Papua Barat, Ratusan Siswa di Ransiki Terima Manfaat
Rentetan Pencurian Motor Paksa KKN Kolaboratif di Lumajang Dihentikan Dini