Koperasi Desa ‘Merah Putih’ Jadi Senjata Baru Pemerintah Perkuat Ekonomi Umat

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Minggu, 10 Agustus 2025 | 06:05 WIB
Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) sekaligus Koordinator Ketua Pelaksana Harian Satgas Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa keberadaan koperasi desa ini akan menjadi senjata baru dalam memperkuat ekonomi umat di seluruh Indonesia. (Instagram kemenkop)
Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) sekaligus Koordinator Ketua Pelaksana Harian Satgas Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa keberadaan koperasi desa ini akan menjadi senjata baru dalam memperkuat ekonomi umat di seluruh Indonesia. (Instagram kemenkop)

 

JAKARTA, METROSELEBES.COM – Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) sekaligus Koordinator Ketua Pelaksana Harian Satgas Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa keberadaan koperasi desa ini akan menjadi senjata baru dalam memperkuat ekonomi umat di seluruh Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri Sidang Tahunan Ekonomi Umat Tahun 2025 bertema “Kedaulatan Pangan dan Energi untuk Pemberdayaan Ekonomi Umat”, yang digelar di Jakarta pada Jumat (9/8).

Dalam kesempatan tersebut, Wamenkop juga menerima Penghargaan Tokoh Perubahan Ekonomi Indonesia.

Baca Juga: KPK Tegaskan Pengawasan Ketat, Koperasi Desa Merah Putih Bebas Korupsi

Menurut Ferry, Kopdes/Kel Merah Putih memiliki peran strategis sebagai offtaker atau penampung hasil produksi masyarakat desa, mencakup sektor pangan, hortikultura, perkebunan, perikanan, serta berbagai produk kerajinan dan kuliner.

Skema ini diharapkan dapat memutus mata rantai tengkulak, meningkatkan pendapatan petani, nelayan, dan pelaku UMKM desa, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Ke depan, Kementerian Koperasi akan menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) untuk mendorong pembentukan koperasi-koperasi masjid.

Baca Juga: PPATK & Kemensos Sisir Rekening Penerima Bansos, Judi Online Jadi Sasaran Pembersihan Data

Koperasi ini akan memfasilitasi penguatan ekonomi masyarakat sekitar masjid, khususnya di wilayah pedesaan.

Dukungan MUI dan DMI diharapkan mampu mempercepat program Kopdes/Kel Merah Putih sebagai langkah konkret mengentaskan kemiskinan.

Berdasarkan data Kemenkop UKM, hingga pertengahan 2025 telah terbentuk lebih dari 1.200 koperasi desa di 34 provinsi, dengan total omset gabungan mencapai Rp3,4 triliun per tahun.

Baca Juga: Brutal Main Hakim Sendiri di Sulteng, Warga Tuntut Keadilan untuk Korban

Jika target 5.000 koperasi desa tercapai pada 2027, diproyeksikan kontribusinya terhadap PDB sektor koperasi akan meningkat hingga 15 persen.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X