Rentetan Pencurian Motor Paksa KKN Kolaboratif di Lumajang Dihentikan Dini

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Senin, 11 Agustus 2025 | 05:30 WIB
Rentetan kasus pencurian sepeda motor yang terjadi di beberapa desa lokasi KKN Kolaboratif 2025 di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, memaksa seluruh perguruan tinggi peserta untuk menarik mahasiswanya lebih awal. (tangkap layar vidio Tiktok mamimun84)
Rentetan kasus pencurian sepeda motor yang terjadi di beberapa desa lokasi KKN Kolaboratif 2025 di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, memaksa seluruh perguruan tinggi peserta untuk menarik mahasiswanya lebih awal. (tangkap layar vidio Tiktok mamimun84)

 

LUMAJANG, METROSELEBES.COM - Rentetan kasus pencurian sepeda motor yang terjadi di beberapa desa lokasi KKN Kolaboratif 2025 di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, memaksa seluruh perguruan tinggi peserta untuk menarik mahasiswanya lebih awal.

Keputusan penghentian dini ini diambil meskipun masa pengabdian seharusnya masih berlangsung hingga 20 Agustus 2025.

Kasus pencurian ini bukan insiden tunggal. Dalam kurun waktu yang berdekatan, terjadi tiga kejadian dengan modus serupa, yang membuat pihak kampus menilai ancaman ini sebagai rentetan teror terhadap keamanan mahasiswa.

Baca Juga: Beasiswa PIP Dorong Asa Pendidikan Papua Barat, Ratusan Siswa di Ransiki Terima Manfaat

Peristiwa pertama menimpa mahasiswa di Desa Alun-Alun, Kecamatan Ranuyoso, di mana dua motor dicuri.

Satu motor milik mahasiswa FISIP Universitas Jember (Unej) dan satu lagi milik mahasiswa UIN KHAS Jember.

Kejadian kedua dialami mahasiswa Unej yang sedang KKN di Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh.

Sementara kejadian ketiga terjadi di Desa Lempeni, Kecamatan Tempeh, di mana sepeda motor warga hilang di dekat posko KKN.

Baca Juga: Kopdeskel Merah Putih: Gerakan Ekonomi Desa yang Siap Mengubah Wajah Perekonomian Lokal

Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Unej bidang Pengabdian kepada Masyarakat, Ali Badrudin, menyebut keputusan menarik mahasiswa ini sebagai langkah perlindungan.

“Beberapa kejadian ini memiliki modus hampir sama, sehingga kami menilai bukan kebetulan.

Apalagi motor hilang bukan karena kelalaian dan terjadi di lokasi yang dianggap aman,” ujarnya.

Baca Juga: Kecapi: Permata Tropis Penjaga Kesehatan yang Mulai Dilupakan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X