Pasar Saham Asia Menguat Tipis, Investor Tunggu Data Inflasi AS dan Pertemuan Trump–Putin

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Senin, 11 Agustus 2025 | 08:48 WIB
Layar yang menampilkan indeks saham Hang Seng dan harga saham terlihat di luar Exchange Square, di Hong Kong, Tiongkok, 18 Agustus 2023. Source FOTO: REUTERS
Layar yang menampilkan indeks saham Hang Seng dan harga saham terlihat di luar Exchange Square, di Hong Kong, Tiongkok, 18 Agustus 2023. Source FOTO: REUTERS

Pasar Jepang libur pada Senin, tetapi kontrak berjangka Nikkei berada di 42.290, di atas penutupan kas 41.820, mengindikasikan potensi uji rekor tertinggi 42.426 pekan ini. MSCI Asia Pasifik di luar Jepang menguat tipis, sementara indeks Korea Selatan stagnan setelah lonjakan 2,9% pekan lalu.

 

Di Eropa, Eurostoxx 50 berjangka naik 0,2%, FTSE datar, dan DAX naik 0,3%. Di pasar mata uang, dolar AS stabil di 98,246 setelah melemah 0,4% pekan lalu, euro bertahan di $1,1644, dan yen di 147,66 per dolar.

 

Dolar Australia melemah ke $0,6516 menjelang pertemuan Bank Sentral Australia yang diperkirakan memangkas suku bunga menjadi 3,60%, setelah bulan lalu menunda keputusan demi menunggu data inflasi yang akhirnya terpantau jinak.

Baca Juga: PPATK & Kemensos Sisir Rekening Penerima Bansos, Judi Online Jadi Sasaran Pembersihan Data

Di komoditas, harga emas turun 0,3% menjadi $3.386 per ons setelah pekan lalu berfluktuasi akibat isu tarif 39% pada sebagian batang emas asal Swiss. Sementara itu, harga minyak melemah karena potensi kemajuan pembicaraan damai antara Trump dan Putin yang dapat memicu pelonggaran sanksi terhadap ekspor minyak Rusia. Brent turun 0,6% ke $66,22 per barel, sedangkan minyak AS melemah 0,7% ke $63,44 per barel.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X