Gejolak Minyak Mereda, Pasar Saham Global Melonjak Usai Gencatan Senjata Iran-Israel

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Selasa, 24 Juni 2025 | 20:04 WIB
Seorang pejalan kaki terlihat tercermin pada layar elektronik yang menampilkan grafik pergerakan terbaru indeks saham Nikkei Jepang di luar sebuah perusahaan pialang di Tokyo, Jepang, pada 9 April 2025. Source FOTO: REUTERS
Seorang pejalan kaki terlihat tercermin pada layar elektronik yang menampilkan grafik pergerakan terbaru indeks saham Nikkei Jepang di luar sebuah perusahaan pialang di Tokyo, Jepang, pada 9 April 2025. Source FOTO: REUTERS

Seiring membaiknya sentimen pasar, beberapa negara berkembang seperti Meksiko, Kazakhstan, dan Turki memanfaatkan momentum untuk menerbitkan surat utang. Perusahaan-perusahaan swasta pun ikut serta dalam gelombang penerbitan obligasi selama dua hari terakhir, menandai optimisme investor global.

 

Namun, euforia ini tidak sepenuhnya menular ke pasar obligasi. Fokus di Eropa tertuju pada rancangan anggaran Jerman yang mengusulkan investasi besar-besaran, memicu kekhawatiran peningkatan utang. Imbal hasil obligasi Jerman tenor 30 tahun naik 8 basis poin menjadi 3,06%, dan tenor 10 tahun naik ke 2,60%. Kenaikan ini berdampak ke pasar global, termasuk kenaikan yield Treasury AS menjadi 4,35% dan obligasi 10 tahun Inggris menjadi 4,51%.

Baca Juga: Trump Umumkan Gencatan Senjata Israel-Iran, Tapi Banyak Pertanyaan Besar Masih Menggantung

Harapan Pemangkasan Suku Bunga AS Meningkat

 

Sementara itu, perhatian investor tertuju pada pernyataan pejabat Federal Reserve. Wakil Ketua Pengawasan The Fed, Michelle Bowman, menyebut bahwa waktu untuk memangkas suku bunga “semakin dekat” karena mulai terlihat risiko terhadap pasar tenaga kerja.

Baca Juga: Gencatan Senjata Goyah: Israel Serang Balik Iran Setelah Diduga Langgar Kesepakatan, Dunia Tarik Napas Lega

Komentar ini menyusul pernyataan Gubernur The Fed, Christopher Waller, yang mengatakan ia akan mempertimbangkan pemangkasan suku bunga pada pertemuan 29-30 Juli. Namun, Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic justru menyatakan belum ada kebutuhan mendesak untuk memotong suku bunga, mengingat perusahaan-perusahaan masih berencana menaikkan harga di akhir tahun.

 

Ketua The Fed, Jerome Powell, dijadwalkan berbicara di hadapan Kongres pada hari yang sama, dan hingga kini belum menunjukkan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X