Gencatan Senjata Goyah: Israel Serang Balik Iran Setelah Diduga Langgar Kesepakatan, Dunia Tarik Napas Lega

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Selasa, 24 Juni 2025 | 17:44 WIB
Seorang anggota pasukan keamanan berdiri di tengah puing-puing di sebuah lokasi permukiman yang terdampak, setelah serangan rudal dari Iran ke Israel, di tengah konflik Israel-Iran, di Be'er Sheva, Israel, 24 Juni 2025. Source FOTO: REUTERS
Seorang anggota pasukan keamanan berdiri di tengah puing-puing di sebuah lokasi permukiman yang terdampak, setelah serangan rudal dari Iran ke Israel, di tengah konflik Israel-Iran, di Be'er Sheva, Israel, 24 Juni 2025. Source FOTO: REUTERS

JERUSALEM/WASHINGTON/ISTANBUL,METROSELEBES.COM-Harapan dunia akan berakhirnya konflik langsung terbesar antara Israel dan Iran mulai goyah, setelah Menteri Pertahanan Israel Israel Katz memerintahkan serangan militer ke Teheran sebagai respons atas dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh Iran.

Baca Juga: Israel Setujui Usulan Gencatan Senjata Trump Setelah Klaim Sukses Netralisir Ancaman Nuklir Iran

Langkah itu diumumkan hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata resmi berlaku. “PERJANJIAN GENCATAN SENJATA SUDAH BERLAKU. MOHON UNTUK TIDAK DILANGGAR!” tulis Trump di platform Truth Social.

 

Namun, Israel menyatakan bahwa Iran meluncurkan rudal ke wilayahnya tak lama setelah pengumuman tersebut. Katz menegaskan bahwa serangan lanjutan ke infrastruktur militer Iran akan dilakukan dengan intensitas tinggi. “Ini sebagai tanggapan atas pelanggaran terang-terangan oleh Iran terhadap gencatan senjata yang diumumkan Presiden Amerika Serikat,” katanya dalam pernyataan resmi.

 

Iran membantah tudingan tersebut. Kantor Berita Nour News yang dekat dengan pemerintah Iran mengutip Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran yang mengatakan bahwa “tidak ada rudal yang diluncurkan ke Israel dalam beberapa jam terakhir.”

Baca Juga: Sekolah Garuda: Strategi Prabowo Siapkan Generasi Pemimpin Global dari Pelosok Negeri

Meski masih diperdebatkan, ketegangan ini langsung menimbulkan keraguan terhadap keberlanjutan gencatan senjata yang dimaksudkan untuk mengakhiri 12 hari perang dahsyat antara dua musuh bebuyutan itu.

 

Gempuran Terakhir dan Korban Jiwa

 

Sebelum gencatan senjata diberlakukan, rentetan serangan terjadi di kedua sisi. Di kota Beersheba, Israel, serangan rudal Iran menewaskan empat warga sipil. Sementara itu, Iran melaporkan bahwa sembilan orang, termasuk seorang ilmuwan nuklir, tewas akibat serangan Israel terhadap gedung permukiman di Iran utara.

Baca Juga: Lawan TBC Dimulai dari Desa: Pemerintah Luncurkan Gerakan Nasional Kelurahan Siaga

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X