WASHINGTON,METROSELEBES.COM-Ketua Federal Reserve Amerika Serikat, Jerome Powell, memulai dua hari kesaksian di hadapan Kongres pada Selasa, di tengah tekanan dari Presiden Donald Trump yang menuntut penurunan suku bunga. Namun, posisi Powell sebagai pemimpin bank sentral tampaknya aman dari intervensi langsung presiden, menyusul keputusan Mahkamah Agung bulan lalu yang memperkuat independensi The Fed. Seperti dikutip dari Reuters pada Selasa (24/06/2025).
Baca Juga: Trump Umumkan Gencatan Senjata Israel-Iran, Tapi Banyak Pertanyaan Besar Masih Menggantung
Trump sebelumnya sempat menyatakan niat untuk memecat Powell atau menunjuk pengganti sebelum masa jabatannya berakhir pada Mei 2026. Langkah ini dinilai sebagian analis sebagai upaya Trump memengaruhi kebijakan moneter melalui "bayangan" ketua Fed sebelum masa jabatan Powell resmi berakhir.
Namun, keputusan Mahkamah Agung yang mengakui status khusus Federal Reserve—di mana para gubernurnya tidak dapat diberhentikan karena perbedaan kebijakan—membatasi langkah Trump. Kini, diperkirakan Trump hanya bisa menunjuk satu anggota dewan baru selama masa jabatannya hingga Januari 2029.
Krishna Guha, Wakil Ketua Evercore ISI dan mantan pejabat Fed New York, memperingatkan bahwa menunjuk pengganti Powell terlalu awal justru bisa menciptakan kebingungan di pasar. “Menunjuk ketua Fed berikutnya sekarang dengan harapan akan menjadi suara alternatif dalam kebijakan moneter selama satu tahun ke depan hanya akan membingungkan pasar... dan berisiko melemahkan kredibilitas orang tersebut,” tulis Guha.
Baca Juga: RI Mengorbit: RIDU-SAT 1, Satelit Nano Karya Unhan RI Resmi Mengudara
Selain risiko reputasi, manuver seperti itu juga dapat menyulitkan proses konfirmasi di Senat.
Powell akan menyampaikan pandangan ekonominya di hadapan Komite Jasa Keuangan DPR dalam sidang rutin dua tahunan. Banyak pembuat kebijakan masih enggan memangkas suku bunga, meski ada tekanan publik dari Trump. Ketidakpastian mengenai tarif perdagangan dan dampaknya terhadap inflasi, pertumbuhan, dan pekerjaan membuat langkah tersebut ditunda.
Konflik yang meningkat antara Iran dan Israel, serta potensi kenaikan harga minyak, juga diperkirakan akan menjadi bagian dari diskusi. Meskipun begitu, harga minyak dunia hingga kini tetap stabil.
Artikel Terkait
Rudal Iran Hantam Dekat Pangkalan AS di Qatar, Serangan Sudah Diperingatkan Sejam Sebelumnya
Lawan TBC Dimulai dari Desa: Pemerintah Luncurkan Gerakan Nasional Kelurahan Siaga
Sekolah Garuda: Strategi Prabowo Siapkan Generasi Pemimpin Global dari Pelosok Negeri
Israel Setujui Usulan Gencatan Senjata Trump Setelah Klaim Sukses Netralisir Ancaman Nuklir Iran
DPR RI Desak Gencatan Senjata Global: Puan Maharani Serukan Aksi Nyata Atasi Konflik Iran-Israel
Sidang Uji Materi UU MD3: Meritokrasi Diuji, Gender Tak Jadi Tolak Ukur Tunggal
Gencatan Senjata Goyah: Israel Serang Balik Iran Setelah Diduga Langgar Kesepakatan, Dunia Tarik Napas Lega
DPR RI Buka Masa Sidang IV, Fokus Tangani PHK dan Stimulus Ekonomi
Trump Umumkan Gencatan Senjata Israel-Iran, Tapi Banyak Pertanyaan Besar Masih Menggantung
RI Mengorbit: RIDU-SAT 1, Satelit Nano Karya Unhan RI Resmi Mengudara