Jerome Powell Tetap Pimpin The Fed, Trump Terbatas Dalam Opsi Penunjukan Baru

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Selasa, 24 Juni 2025 | 18:11 WIB
Ketua Federal Reserve Amerika Serikat, Jerome Powell, menghadiri konferensi pers setelah pernyataan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mengenai kebijakan suku bunga di Washington, D.C., Amerika Serikat. Source FOTO: REUTERS
Ketua Federal Reserve Amerika Serikat, Jerome Powell, menghadiri konferensi pers setelah pernyataan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mengenai kebijakan suku bunga di Washington, D.C., Amerika Serikat. Source FOTO: REUTERS

WASHINGTON,METROSELEBES.COM-Ketua Federal Reserve Amerika Serikat, Jerome Powell, memulai dua hari kesaksian di hadapan Kongres pada Selasa, di tengah tekanan dari Presiden Donald Trump yang menuntut penurunan suku bunga. Namun, posisi Powell sebagai pemimpin bank sentral tampaknya aman dari intervensi langsung presiden, menyusul keputusan Mahkamah Agung bulan lalu yang memperkuat independensi The Fed. Seperti dikutip dari Reuters pada Selasa (24/06/2025).

Baca Juga: Trump Umumkan Gencatan Senjata Israel-Iran, Tapi Banyak Pertanyaan Besar Masih Menggantung

Trump sebelumnya sempat menyatakan niat untuk memecat Powell atau menunjuk pengganti sebelum masa jabatannya berakhir pada Mei 2026. Langkah ini dinilai sebagian analis sebagai upaya Trump memengaruhi kebijakan moneter melalui "bayangan" ketua Fed sebelum masa jabatan Powell resmi berakhir.

 

Namun, keputusan Mahkamah Agung yang mengakui status khusus Federal Reserve—di mana para gubernurnya tidak dapat diberhentikan karena perbedaan kebijakan—membatasi langkah Trump. Kini, diperkirakan Trump hanya bisa menunjuk satu anggota dewan baru selama masa jabatannya hingga Januari 2029.

 

Krishna Guha, Wakil Ketua Evercore ISI dan mantan pejabat Fed New York, memperingatkan bahwa menunjuk pengganti Powell terlalu awal justru bisa menciptakan kebingungan di pasar. “Menunjuk ketua Fed berikutnya sekarang dengan harapan akan menjadi suara alternatif dalam kebijakan moneter selama satu tahun ke depan hanya akan membingungkan pasar... dan berisiko melemahkan kredibilitas orang tersebut,” tulis Guha.

Baca Juga: RI Mengorbit: RIDU-SAT 1, Satelit Nano Karya Unhan RI Resmi Mengudara

Selain risiko reputasi, manuver seperti itu juga dapat menyulitkan proses konfirmasi di Senat.

 

Powell akan menyampaikan pandangan ekonominya di hadapan Komite Jasa Keuangan DPR dalam sidang rutin dua tahunan. Banyak pembuat kebijakan masih enggan memangkas suku bunga, meski ada tekanan publik dari Trump. Ketidakpastian mengenai tarif perdagangan dan dampaknya terhadap inflasi, pertumbuhan, dan pekerjaan membuat langkah tersebut ditunda.

 

Konflik yang meningkat antara Iran dan Israel, serta potensi kenaikan harga minyak, juga diperkirakan akan menjadi bagian dari diskusi. Meskipun begitu, harga minyak dunia hingga kini tetap stabil.

Baca Juga: Gencatan Senjata Goyah: Israel Serang Balik Iran Setelah Diduga Langgar Kesepakatan, Dunia Tarik Napas Lega

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X