Trump Umumkan Gencatan Senjata Israel-Iran, Tapi Banyak Pertanyaan Besar Masih Menggantung

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Selasa, 24 Juni 2025 | 17:55 WIB
Miniatur cetakan 3D dari wajah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan peta Iran terlihat dalam ilustrasi yang diambil pada 23 Juni 2025. Source FOTO: REUTERS
Miniatur cetakan 3D dari wajah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan peta Iran terlihat dalam ilustrasi yang diambil pada 23 Juni 2025. Source FOTO: REUTERS

WASHINGTON,METROSELEBES.COM-Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengejutkan dunia dengan pengumuman gencatan senjata antara Israel dan Iran, hanya beberapa hari setelah memerintahkan serangan udara besar-besaran ke fasilitas nuklir Iran. Namun di balik deklarasi "Gencatan Senjata Lengkap dan Total" yang digaungkan Trump melalui media sosial, banyak pertanyaan penting masih belum terjawab — termasuk apakah kesepakatan ini benar-benar akan bertahan.

Baca Juga: Gencatan Senjata Goyah: Israel Serang Balik Iran Setelah Diduga Langgar Kesepakatan, Dunia Tarik Napas Lega

Trump mengambil langkah berani dengan menyerang situs nuklir bawah tanah Iran, termasuk fasilitas Fordow, menggunakan bom penghancur bunker seberat 30.000 pon. Aksi ini dilakukan dengan harapan menggagalkan program nuklir Iran dan memaksa Tehran kembali ke meja perundingan — sembari menjaga janji lamanya untuk menghindari keterlibatan dalam perang berkepanjangan.

 

Pengumuman gencatan senjata yang disampaikan Trump pada Senin malam tampaknya menunjukkan keberhasilannya dalam menekan Iran untuk menurunkan tensi konflik. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Israel, sementara militer Israel melaporkan bahwa Iran masih meluncurkan rudal ke wilayahnya pada Selasa dini hari, menewaskan empat orang di Beersheba.

Baca Juga: Israel Setujui Usulan Gencatan Senjata Trump Setelah Klaim Sukses Netralisir Ancaman Nuklir Iran

Ketidakjelasan Isi Kesepakatan

 

Dalam pernyataannya, Trump tidak menjelaskan secara rinci isi dari kesepakatan gencatan senjata. Belum jelas apakah akan ada kelanjutan dari negosiasi nuklir yang sebelumnya gagal, atau bagaimana nasib persediaan uranium Iran yang diduga masih selamat dari serangan AS dan Israel.

 

Seorang pejabat senior Gedung Putih yang enggan disebutkan namanya menyebutkan bahwa Israel setuju untuk menghentikan serangan jika Iran tidak melakukan serangan balasan. Sementara itu, Iran melalui Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi menegaskan bahwa gencatan senjata tidak akan berlaku selama Israel masih melanjutkan agresinya.

Baca Juga: Lawan TBC Dimulai dari Desa: Pemerintah Luncurkan Gerakan Nasional Kelurahan Siaga

Respons Terkalibrasi Iran

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X