Trump Geram Kedua Pihak Langgar Gencatan Senjata, Peringatkan Israel: "Jangan Jatuhkan Bom Itu!"

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Selasa, 24 Juni 2025 | 18:48 WIB
Seorang anggota pasukan keamanan berdiri di tengah puing-puing di sebuah lokasi permukiman yang terkena dampak, setelah serangan rudal dari Iran ke Israel, di tengah konflik Israel-Iran, di Be'er Sheva, Israel, 24 Juni 2025. Source FOTO: REUTERS
Seorang anggota pasukan keamanan berdiri di tengah puing-puing di sebuah lokasi permukiman yang terkena dampak, setelah serangan rudal dari Iran ke Israel, di tengah konflik Israel-Iran, di Be'er Sheva, Israel, 24 Juni 2025. Source FOTO: REUTERS

WASHINGTON/TEL AVIV/ISTANBUL,METROSELEBES.COM-Presiden Amerika Serikat Donald Trump meluapkan kemarahannya pada Selasa setelah menuduh baik Israel maupun Iran telah melanggar gencatan senjata yang baru saja diumumkannya beberapa jam sebelumnya. Namun, kemarahan paling besar diarahkan pada Israel, yang melancarkan serangan udara besar-besaran ke Teheran tak lama setelah kesepakatan damai diumumkan. Seperti dikutip dari Reuters pada Selasa (24/06/2025).

Baca Juga: Euro dan Yen Menguat, Harga Minyak Anjlok Usai Gencatan Senjata Israel-Iran, Dolar Tertekan

"Israel. Jangan jatuhkan bom itu. Jika kalian melakukannya, itu adalah pelanggaran besar. Tarik pulang para pilot kalian, sekarang juga!" tulis Trump di platform Truth Social, tak lama setelah meninggalkan Gedung Putih menuju KTT NATO di Den Haag.

 

Kepada wartawan sebelum naik ke helikopter kepresidenan, Trump menyatakan kecewa terhadap kedua pihak. "Saya tidak senang dengan keduanya. Terutama Israel," ujar Trump. "Begitu kesepakatan tercapai, Israel langsung menjatuhkan bom dalam jumlah yang belum pernah saya lihat sebelumnya—jumlah terbanyak yang pernah ada."

 

Trump juga menyinggung bahwa konflik yang berlangsung telah membuat kedua negara kehilangan arah. “Iran dan Israel sudah bertarung terlalu lama dan terlalu keras, sampai mereka sendiri tak tahu lagi apa yang mereka lakukan,” katanya, sebelum berbalik menuju helikopternya.

Baca Juga: Jerome Powell Tetap Pimpin The Fed, Trump Terbatas Dalam Opsi Penunjukan Baru

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menyatakan telah memerintahkan militer untuk melancarkan serangan baru ke sejumlah sasaran di Teheran sebagai respons atas dugaan peluncuran rudal oleh Iran, yang disebutnya sebagai "pelanggaran terang-terangan" terhadap gencatan senjata.

 

Namun Iran membantah telah meluncurkan rudal, dan menuduh Israel tetap melanjutkan serangan udara selama satu setengah jam setelah waktu gencatan senjata seharusnya dimulai.

 

Terlepas dari pelanggaran awal tersebut, suasana lega menyelimuti banyak pihak—baik di Iran, Israel, maupun di kawasan Timur Tengah dan dunia internasional. Perang yang dimulai dengan serangan mendadak Israel 12 hari lalu, dan diperparah oleh serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran dua hari sebelumnya, kini tampaknya mulai mereda.

Baca Juga: Trump Umumkan Gencatan Senjata Israel-Iran, Tapi Banyak Pertanyaan Besar Masih Menggantung

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X