Tragedi Bantuan di Gaza: 51 Tewas Dihantam Tank Israel Saat Antre Makanan

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Selasa, 17 Juni 2025 | 18:14 WIB
Para pelayat berdoa selama pemakaman warga Palestina yang tewas dalam serangan udara Israel, menurut Kementerian Kesehatan Gaza, di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, 17 Juni 2025. Source FOTO: REUTERS
Para pelayat berdoa selama pemakaman warga Palestina yang tewas dalam serangan udara Israel, menurut Kementerian Kesehatan Gaza, di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, 17 Juni 2025. Source FOTO: REUTERS

PBB menolak sistem GHF dengan alasan tidak netral dan melanggar prinsip kemanusiaan. Israel membela mekanisme tersebut sebagai upaya mencegah bantuan jatuh ke tangan Hamas—klaim yang dibantah keras oleh kelompok tersebut.

 

Pihak berwenang Gaza mengklaim ratusan warga telah tewas saat mencoba mengakses lokasi distribusi GHF, termasuk 23 orang yang ditembak mati di Rafah pada hari Senin.

 

Di sisi lain, GHF dalam pernyataan resminya mengklaim telah berhasil mendistribusikan lebih dari tiga juta porsi makanan di empat lokasi utama "tanpa insiden."

Baca Juga: Di Tengah Ketegangan dengan Israel, Iran Siapkan RUU Tinggalkan Perjanjian Nuklir

Gaza Ikut Soroti Perang Israel-Iran. Ketegangan di wilayah tidak hanya terfokus di Gaza. Warga juga mencermati perang baru yang meletus antara Israel dan Iran sejak Jumat lalu, ketika Israel melancarkan serangan besar ke wilayah Iran. Iran, yang selama ini dikenal sebagai pendukung utama Hamas, membalas dengan meluncurkan rudal ke kota-kota di Israel.

 

Banyak warga Gaza yang mengaku lega melihat kerusakan di wilayah Israel, menyebutnya sebagai "pembalasan yang adil."

 

“Kami hidup dalam bayang-bayang kehancuran ini setiap hari. Kini, kami bahagia melihat puing-puing di Tel Aviv, melihat mereka merasakan apa yang kami rasakan,” ujar Saad Saad, warga Gaza.

Baca Juga: Putin dan Erdogan Kutuk Serangan Israel ke Iran, Desak Gencatan Senjata Segera

Senada dengan itu, Taysseir Mohaissan berkata, “Sudah waktunya Iran memberi pelajaran kepada negara pendudukan Israel.”

 

Latar Belakang Konflik.Perang di Gaza meletus pada Oktober 2023 setelah kelompok Hamas melakukan serangan besar ke wilayah Israel, menewaskan 1.200 orang dan menyandera lebih dari 250 lainnya. Sebagai balasan, Israel melancarkan serangan militer ke Gaza yang sejauh ini telah menewaskan hampir 55.000 warga Palestina, menurut data Kementerian Kesehatan Gaza. Hampir seluruh dari 2,3 juta penduduk wilayah itu kini mengungsi dan menghadapi bencana kelaparan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X