Namun, Ozaki menilai risiko itu masih dalam batas wajar. “Kemungkinan adanya peningkatan modal memang belum sepenuhnya hilang, tapi mungkin tidak sebesar yang dikhawatirkan sebelumnya,” katanya, merujuk pada pernyataan Trump yang menyebutkan Nippon Steel akan menggelontorkan dana $14 miliar dalam 14 bulan ke depan.
Baca Juga: Amazon Gelontorkan Rp210 Triliun untuk Perkuat Infrastruktur Data Center dan AI di Australia
Ia juga menepis kekhawatiran soal risiko manajemen terkait golden share. “Nippon Steel memproyeksikan pertumbuhan permintaan untuk produk baja berkualitas tinggi di AS, sehingga pemangkasan produksi maupun pengurangan tenaga kerja sangat kecil kemungkinannya terjadi,” tutup Ozaki.
Artikel Terkait
Taiwan Tambah Huawei dan SMIC ke Daftar Kontrol Ekspor, Setara dengan Taliban dan al Qaeda
Polemik Empat Pulau: Batas Wilayah Menguji Ketegasan Negara
Amazon Gelontorkan Rp210 Triliun untuk Perkuat Infrastruktur Data Center dan AI di Australia
Meta Blokir Ribuan Konten Judol, Puan: Kolaborasi Digital Kunci Bersihkan Dunia Maya
Luka Kecil Bisa Jadi Jalan Masuk HIV, Ini Bahayanya yang Sering Diabaikan
Presiden Prabowo Ambil Alih Sengketa 4 Pulau Antara Aceh dan Sumut, Keputusan Akan Diambil Pekan Depan
Yusril Beberkan Alasan Hambali Tak Diizinkan Kembali ke Indonesia Usai Bebas dari Penjara Guantanamo
Paris Airshow 2025 Dibuka di Tengah Duka Kecelakaan di India dan Ketegangan Timur Tengah
Rusia Serang Kilang Minyak Kremenchuk, Ukraina Kecam Serangan Brutal terhadap Infrastruktur Energi
Nissan Siap Kurangi Kepemilikan Saham di Renault, Fokus Kembangkan Kendaraan Baru