SYDNEY,METROSELEBES.COM-Raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Amazon, mengumumkan komitmen investasi senilai 20 miliar dolar Australia atau sekitar 13 miliar dolar AS (setara Rp210 triliun) untuk memperluas, mengoperasikan, dan memelihara infrastruktur pusat data (data center) di Australia dalam kurun waktu lima tahun ke depan, mulai 2025 hingga 2029. Seperti dikutip dari Reuters pada Sabtu (14/06/2025).
Baca Juga: Taiwan Tambah Huawei dan SMIC ke Daftar Kontrol Ekspor, Setara dengan Taliban dan al Qaeda
Dalam sebuah unggahan blog resmi yang dirilis pada Sabtu (14/6), Amazon menyatakan bahwa investasi ini menjadi komitmen teknologi terbesar mereka di Australia sejauh ini. Dana tersebut akan dialokasikan untuk menambah kapasitas server dan mendukung beban kerja kecerdasan buatan generatif (generative AI) yang kian meningkat di kawasan ini.
Tak hanya memperkuat infrastruktur digital, Amazon juga mengumumkan pembangunan tiga ladang tenaga surya (solar farm) baru di negara bagian Victoria dan Queensland. Perusahaan akan membeli kapasitas gabungan lebih dari 170 megawatt dari ketiga fasilitas tersebut, sebagai bagian dari komitmen Amazon terhadap energi terbarukan dan keberlanjutan lingkungan.
Baca Juga: Tiongkok Gelar Patroli Militer di Laut Cina Selatan, Peringatkan Filipina Soal Risiko Keamanan
Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menyambut baik investasi besar ini. “Investasi sebesar 20 miliar dolar Australia oleh Amazon Web Services dalam pusat data akan mempersiapkan Australia untuk masa depan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan produktivitas,” ujarnya melalui platform media sosial X. “Ini adalah bukti besar kepercayaan terhadap perekonomian Australia,” tambahnya.
Langkah Amazon ini mencerminkan tren global di mana perusahaan teknologi besar seperti Microsoft dan Google juga berlomba memperkuat infrastruktur cloud dan AI mereka untuk memenuhi lonjakan permintaan.
Baca Juga: Ketegangan Memuncak, Kamboja Ajukan Sengketa Perbatasan ke Mahkamah Internasional
Amazon sebelumnya juga telah mengumumkan berbagai proyek investasi besar di sektor infrastruktur digital. Awal pekan ini, perusahaan menyatakan akan menggelontorkan dana minimal 20 miliar dolar AS untuk memperluas pusat data di negara bagian Pennsylvania, Amerika Serikat. Di bulan Juni, Amazon juga berkomitmen menanamkan 10 miliar dolar di North Carolina dan lebih dari 5 miliar dolar untuk proyek cloud baru di Taiwan.
Investasi Amazon di Australia tidak hanya akan memperkuat kapabilitas AI nasional, tetapi juga membuka peluang kerja dan mempercepat transformasi digital di berbagai sektor industri.
Artikel Terkait
Ritel Modern Jadi Katalis Ketahanan Pangan dan Ekonomi Nasional
Badai PHK Menghantam Bali: DPR Desak Aksi Nyata Pemerintah Jaga Harapan Pekerja
Transmigrasi Jadi Katalis, Seluma Siap Jadi Sentra Baru Pertanian dan Perikanan Inovatif
Muslimah Penggerak Ekonomi: IPEMI Kukuhkan Pengurus Baru 2025–2030
Kemiri Bukan Sekadar Bumbu: Harta Alam untuk Kesehatan dan Ekonomi
Israel-Iran Memanas, Sukamta Ingatkan Dunia Jangan Alihkan Fokus dari Palestina
Ketegangan Memuncak, Kamboja Ajukan Sengketa Perbatasan ke Mahkamah Internasional
Susu Bangun Bangsa: Ribuan Warga Jakarta Minum Susu di CFD untuk Generasi Emas
Tiongkok Gelar Patroli Militer di Laut Cina Selatan, Peringatkan Filipina Soal Risiko Keamanan
Taiwan Tambah Huawei dan SMIC ke Daftar Kontrol Ekspor, Setara dengan Taliban dan al Qaeda