TAIPEI,METROSELEBES.COM-Pemerintah Taiwan resmi memasukkan dua raksasa teknologi asal Tiongkok, Huawei Technologies dan Semiconductor Manufacturing International Corp (SMIC), ke dalam daftar entitas kontrol ekspor strategis. Keputusan ini diumumkan lewat pembaruan situs administrasi perdagangan Kementerian Ekonomi Taiwan pada Sabtu malam, dan menempatkan kedua perusahaan sejajar dengan organisasi yang dilarang seperti Taliban dan al Qaeda. Seperti dikutip dari Reuters pada Minggu, (15/06/2025).
Baca Juga: Tiongkok Gelar Patroli Militer di Laut Cina Selatan, Peringatkan Filipina Soal Risiko Keamanan
Dengan dimasukkannya Huawei dan SMIC ke dalam daftar tersebut, perusahaan-perusahaan Taiwan kini diwajibkan untuk memperoleh izin pemerintah sebelum dapat mengekspor produk apa pun ke kedua perusahaan itu. Hingga saat ini, baik pihak Huawei, SMIC, maupun Kementerian Ekonomi Taiwan belum memberikan komentar resmi terkait keputusan tersebut.
Langkah ini memperkuat sikap keras Taiwan dalam menjaga teknologi tinggi strategisnya dari pengaruh dan potensi pencurian teknologi oleh pihak asing, khususnya dari Tiongkok. Taiwan sendiri merupakan rumah bagi Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC), produsen chip kontrak terbesar di dunia yang juga menjadi pemasok utama untuk perusahaan teknologi global seperti Nvidia.
Baca Juga: Ketegangan Memuncak, Kamboja Ajukan Sengketa Perbatasan ke Mahkamah Internasional
Hubungan antara Taiwan dan Tiongkok terus memanas, terutama dengan klaim Beijing yang menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya. Taiwan, di sisi lain, menolak klaim tersebut dan memperketat regulasi ekspor, terutama yang berkaitan dengan industri semikonduktor yang sangat strategis dalam perlombaan teknologi global.
Huawei saat ini berada di pusat ambisi kecerdasan buatan (AI) Tiongkok dan telah lama masuk dalam daftar entitas Departemen Perdagangan AS, yang secara efektif melarang perusahaan tersebut mengakses teknologi dan komponen buatan AS, termasuk chip yang diproduksi dengan teknologi AS seperti milik TSMC.
Baca Juga: Israel-Iran Memanas, Sukamta Ingatkan Dunia Jangan Alihkan Fokus dari Palestina
Pada Oktober tahun lalu, perusahaan riset teknologi asal Kanada, TechInsights, membongkar prosesor AI Huawei 910B dan menemukan chip buatan TSMC di dalamnya. Hal ini memicu TSMC untuk menghentikan pengiriman chip ke perusahaan desain chip asal Tiongkok, Sophgo, yang desain chip-nya identik dengan milik Huawei. Pada bulan November, Departemen Perdagangan AS memerintahkan penghentian total pengiriman chip TSMC ke pelanggan asal Tiongkok.
Selain itu, pemerintah Taiwan berulang kali menuduh perusahaan-perusahaan Tiongkok seperti SMIC melakukan pencurian teknologi serta membujuk talenta-talenta chip dari Taiwan untuk pindah ke Tiongkok. Sebagai produsen chip terbesar di Tiongkok, SMIC telah meningkatkan investasi besar-besaran demi memperluas kapasitas produksi dan memperkuat kemampuan semikonduktor dalam negeri di tengah tekanan keras dari kontrol ekspor yang diberlakukan AS.
Baca Juga: Muslimah Penggerak Ekonomi: IPEMI Kukuhkan Pengurus Baru 2025–2030
Artikel Terkait
Stimulus Sosial Dipertebal, Harapan Mandiri Rakyat Meningkat Tajam
Ritel Modern Jadi Katalis Ketahanan Pangan dan Ekonomi Nasional
Badai PHK Menghantam Bali: DPR Desak Aksi Nyata Pemerintah Jaga Harapan Pekerja
Transmigrasi Jadi Katalis, Seluma Siap Jadi Sentra Baru Pertanian dan Perikanan Inovatif
Muslimah Penggerak Ekonomi: IPEMI Kukuhkan Pengurus Baru 2025–2030
Kemiri Bukan Sekadar Bumbu: Harta Alam untuk Kesehatan dan Ekonomi
Israel-Iran Memanas, Sukamta Ingatkan Dunia Jangan Alihkan Fokus dari Palestina
Ketegangan Memuncak, Kamboja Ajukan Sengketa Perbatasan ke Mahkamah Internasional
Susu Bangun Bangsa: Ribuan Warga Jakarta Minum Susu di CFD untuk Generasi Emas
Tiongkok Gelar Patroli Militer di Laut Cina Selatan, Peringatkan Filipina Soal Risiko Keamanan