Trump Tuding China Langgar Kesepakatan di Jenewa, Ancaman Tarif Baru Mengintai

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Jumat, 30 Mei 2025 | 23:34 WIB
Pemandangan dari drone menunjukkan kontainer-kontainer pengiriman dari Tiongkok di Pelabuhan Los Angeles, di San Pedro, California, Amerika Serikat. Source FOTO: Reuters
Pemandangan dari drone menunjukkan kontainer-kontainer pengiriman dari Tiongkok di Pelabuhan Los Angeles, di San Pedro, California, Amerika Serikat. Source FOTO: Reuters

WASHINGTON,METROSELEBES.COM-Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuding China telah “sepenuhnya melanggar” kesepakatan yang dicapai dengan AS terkait pengurangan tarif dan pembatasan perdagangan mineral penting. Pernyataan ini disampaikan Trump melalui platform Truth Social miliknya pada Jumat, (30/05/2025). Diiringi dengan ancaman terselubung bahwa AS mungkin akan kembali memperketat sikap terhadap Beijing.

Baca Juga: Tak Hanya Sepak Bola, Joey Pelupessy Juga Punya Suara Emas dan Hati Mulia. Berikut Sisi Lain dari Pelupessy.!!!

"China, mungkin tidak mengejutkan bagi sebagian orang, TELAH SEPENUHNYA MELANGGAR KESEPAKATAN DENGAN KITA. Begitu saja untuk sikap ramah saya!" tulis Trump.

 

Trump menjelaskan bahwa dirinya telah mencapai "kesepakatan cepat" dengan pejabat Tiongkok pada pertengahan Mei, di mana kedua negara sepakat untuk mundur dari pemberlakuan tarif tiga digit selama 90 hari. Ia mengklaim kesepakatan itu dibuat demi menyelamatkan China dari krisis ekonomi yang lebih buruk, termasuk penutupan pabrik dan potensi kerusuhan sosial, akibat tarif AS yang bisa mencapai 145% untuk produk impor dari China.

Baca Juga: Tanggapi Pernyataan Ahmad Ali, Polda Sulteng Tegaskan Peserta Lolos Seleksi Akpol Adalah Putra Putri Terbaik Sulteng

Namun, Trump tidak merinci bentuk pelanggaran yang dilakukan China terhadap kesepakatan yang dibuat di Jenewa, Swiss, ataupun langkah konkret apa yang akan ia ambil sebagai respons.

 

Seorang pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa China tampaknya lambat dalam memenuhi janji untuk menerbitkan izin ekspor bagi mineral tanah jarang (rare earth minerals), yang merupakan bagian penting dari kesepakatan tersebut.

Baca Juga: India-Pakistan Dekati Titik Damai Sementara Setelah Konflik Mematikan

Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, dalam wawancara dengan CNBC juga mengonfirmasi bahwa China tidak mematuhi kesepakatan Jenewa. “China menjalankan kewajibannya dengan sangat lambat, dan itu sama sekali tidak dapat diterima. Hal ini harus segera ditangani,” ujarnya.

 

Greer menambahkan bahwa pasokan mineral penting dari China, yang sebelumnya dihentikan sebagai langkah balasan perdagangan oleh Beijing, belum kembali mengalir sebagaimana diatur dalam kesepakatan.

Baca Juga: Gedung Putih Siap Banding Putusan Pengadilan yang Anulir Tarif Era Trump

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X