Trump Tuding China Langgar Kesepakatan di Jenewa, Ancaman Tarif Baru Mengintai

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Jumat, 30 Mei 2025 | 23:34 WIB
Pemandangan dari drone menunjukkan kontainer-kontainer pengiriman dari Tiongkok di Pelabuhan Los Angeles, di San Pedro, California, Amerika Serikat. Source FOTO: Reuters
Pemandangan dari drone menunjukkan kontainer-kontainer pengiriman dari Tiongkok di Pelabuhan Los Angeles, di San Pedro, California, Amerika Serikat. Source FOTO: Reuters

Kedutaan Besar China di Washington belum memberikan komentar atas tuduhan tersebut. Demikian pula dengan pihak Gedung Putih, Departemen Keuangan AS, dan Kantor Perwakilan Dagang AS yang belum merespons permintaan klarifikasi dari media.

 

Sementara itu, Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengatakan kepada Fox News bahwa pembicaraan dagang AS-China saat ini "sedikit tersendat," dan kemungkinan besar memerlukan keterlibatan langsung antara Trump dan Presiden China Xi Jinping untuk mencapai kesepakatan final.

Baca Juga: God Bless Bakal Guncang GBK Sebelum Laga Penentu Timnas Indonesia vs China

Dua minggu setelah negosiasi yang menghasilkan jeda sementara dalam perang dagang antara dua ekonomi terbesar dunia itu, Bessent mengakui kemajuan sejak saat itu berjalan lambat. Meski begitu, ia optimistis bahwa pembicaraan lanjutan akan terjadi dalam beberapa minggu ke depan.

Baca Juga: KPK Usut Dugaan Korupsi Perizinan TKA di Kemenaker, Rp53 Miliar Diduga Mengalir Sejak 2019

Kesepakatan 90 hari untuk meredakan tarif tinggi sempat memicu reli besar di pasar saham global. Namun, kesepakatan itu tidak menyentuh akar persoalan utama yang mendasari kebijakan tarif Trump terhadap produk-produk China, terutama keluhan lama AS terkait model ekonomi China yang didominasi negara dan bergantung pada ekspor. Isu-isu mendasar tersebut masih menjadi bahan perundingan selanjutnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X