India-Pakistan Dekati Titik Damai Sementara Setelah Konflik Mematikan

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Jumat, 30 Mei 2025 | 17:21 WIB
Jenderal Sahir Shamshad Mirza, ketua komite kepala staf gabungan Pakistan, berbicara dalam sebuah wawancara dengan Reuters di sela-sela Dialog Keamanan IISS Shangri-La. Source FOTO: REUTERS
Jenderal Sahir Shamshad Mirza, ketua komite kepala staf gabungan Pakistan, berbicara dalam sebuah wawancara dengan Reuters di sela-sela Dialog Keamanan IISS Shangri-La. Source FOTO: REUTERS

SINGAPURA,METROSELEBES.COM-Pakistan dan India hampir mencapai tahap akhir dalam penarikan pasukan militer dari perbatasan mereka, menyusul konflik singkat namun intens yang meletus awal bulan ini, demikian diungkapkan oleh Jenderal Sahir Shamshad Mirza, Ketua Komite Kepala Staf Gabungan Pakistan, dalam wawancara eksklusif dengan Reuters di sela-sela forum keamanan Shangri-La Dialogue di Singapura, Jumat (30/05/2025).

Baca Juga: Gedung Putih Siap Banding Putusan Pengadilan yang Anulir Tarif Era Trump

Menurut Jenderal Mirza, kedua negara telah memulai proses pengurangan kekuatan militer dan kini hampir kembali ke situasi sebelum 22 April, saat serangan mematikan di Kashmir India memicu eskalasi militer terbesar dalam beberapa dekade antara dua negara bersenjata nuklir tersebut.

 

"Kami hampir kembali ke situasi sebelum 22 April... mungkin kami sudah mencapainya sekarang," ujar Mirza, pejabat militer tertinggi Pakistan yang berbicara secara terbuka sejak konflik pecah.

Baca Juga: Kemendagri Tegaskan Pendidikan Gratis Harus Jalan, Tapi Sesuai Kapasitas Fiskal Daerah

Konflik dipicu oleh serangan di Kashmir India pada 22 April yang menewaskan 26 orang, sebagian besar wisatawan. India menuding kelompok militan yang didukung Pakistan sebagai pelaku, namun tuduhan itu dibantah keras oleh Islamabad.

 

Sebagai respons, India pada 7 Mei meluncurkan serangan rudal ke sasaran yang diklaim sebagai "infrastruktur teroris" di wilayah Pakistan, yang kemudian dibalas oleh Islamabad. Selama empat hari bentrokan, kedua belah pihak menggunakan jet tempur, rudal, drone, dan artileri, hingga akhirnya gencatan senjata diumumkan.

 

Ancaman Eskalasi Masa Depan. Meskipun penggunaan senjata nuklir tidak masuk dalam konflik kali ini, Mirza memperingatkan bahwa ketegangan semacam ini membawa risiko besar akan salah perhitungan strategis di masa depan.

Baca Juga: God Bless Bakal Guncang GBK Sebelum Laga Penentu Timnas Indonesia vs China

"Kali ini tidak terjadi apa-apa. Tapi kita tidak bisa menutup kemungkinan adanya salah kalkulasi strategis kapan saja, karena dalam situasi krisis, respons bisa berbeda," katanya.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X