JAKARTA,METROSELEBES.COM— Pengiriman smartphone ke Amerika Serikat melonjak tajam sebesar 30% pada bulan Maret, seiring langkah cepat sejumlah produsen besar seperti Apple, Samsung, dan Motorola dalam mengantisipasi ancaman tarif impor yang dapat meningkatkan harga dan menekan permintaan konsumen. Data ini diungkapkan oleh firma riset pasar teknologi Counterpoint Research, Rabu (14/05/2025)
Baca Juga: India Tegas Tolak Upaya China Ganti Nama Wilayah Arunachal, Tegaskan Kedaulatan Penuh
Langkah ini terjadi sebelum tarif elektronik diberlakukan oleh pemerintah AS, yang diumumkan pada awal April. Meskipun tarif tersebut akhirnya ditangguhkan selama 90 hari, banyak perusahaan sudah lebih dulu menggenjot pasokan demi menghindari gangguan pasar dan potensi lonjakan harga.
Baca Juga: AS Longgarkan Tarif Impor Paket Kecil dari China, Era Emas E-commerce Mulai Meredup
Apple Pecahkan Rekor Ekspor dari India. Apple mencatat rekor baru dengan mengirimkan iPhone senilai USD 2 miliar dari India ke AS hanya dalam satu bulan. Pengiriman ini sebagian besar difasilitasi oleh dua mitra manufakturnya, Foxconn dan Tata Electronics, yang kini memainkan peran krusial dalam rantai pasok Apple di luar Tiongkok.
Menurut laporan Reuters sebelumnya, Apple menargetkan bahwa sebagian besar iPhone yang dijual di pasar AS pada kuartal Juni 2025 akan berasal dari fasilitas produksinya di India. Ini menunjukkan pergeseran strategis yang signifikan dalam rantai produksi global perusahaan asal Cupertino tersebut.
Baca Juga: Aviva Terancam Gagal Kuasai Direct Line, Otoritas Persaingan Usut Potensi Monopoli
India dan Vietnam Kian Dominan.Selain Apple, Motorola, yang dimiliki oleh Lenovo, juga mencatat peningkatan drastis dalam ekspor dari India, nyaris tiga kali lipat dibandingkan tahun lalu. Samsung turut mencatat kenaikan pengiriman, meskipun lebih moderat, yakni sebesar 4% pada Maret.
Baca Juga: PS5 Melambat, Sony Tetap Tancap Gas Lewat Game Eksklusif
Secara keseluruhan, India menyumbang 26% dari total ekspor smartphone ke AS pada kuartal pertama 2025, naik signifikan dari 16% pada periode yang sama tahun lalu. Ini memperlihatkan pergeseran industri manufaktur elektronik yang kini semakin berpaling dari Tiongkok ke India dan Vietnam, sebagai bentuk mitigasi risiko geopolitik dan upaya efisiensi biaya produksi.
"Lonjakan pengiriman pada Maret dan awal April ini akan membantu Apple menghindari dampak harga yang mungkin timbul akibat tarif, setidaknya hingga pertengahan atau akhir musim panas," ujar Gerrit Schneemann, analis senior dari Counterpoint Research.
Baca Juga: Trump Incar Triliunan Dolar di Teluk, Abaikan Isu Gaza dan Iran