TOKYO,METROSELEBES.COM-Raksasa teknologi dan hiburan asal Jepang, Sony Group Corp, memproyeksikan laba operasional yang relatif datar untuk tahun fiskal yang berakhir pada Maret mendatang. Perusahaan memperkirakan laba operasional akan naik tipis sebesar 0,3% menjadi 1,28 triliun yen (sekitar $8,7 miliar), meskipun menghadapi tekanan dari kebijakan perdagangan Amerika Serikat yang dipimpin Presiden Donald Trump pada tanggal 14 Mei 2025.
Baca Juga: Kerajaan Fiktif Dibubarkan: Jerman Tangkap Pimpinan Kelompok Radikal Anti-Negara
Dalam keterangannya, Sony menyebutkan bahwa mereka telah memperhitungkan dampak negatif sekitar 100 miliar yen akibat tarif perdagangan yang berlaku, namun angka tersebut belum mencerminkan kesepakatan dagang terbaru antara AS dan China. Oleh karena itu, dampak aktual dari kebijakan tersebut masih dapat berubah secara signifikan.
Baca Juga: Gagas Konsep Jaksa Pertahanan, Alma Wiranta Dorong Sinergi Kejaksaan dan TNI Jaga Keamanan Negara
Setelah pengumuman kinerja keuangan ini, saham Sony sempat tergelincir lebih dari 3% pada sesi pagi, namun berbalik arah dan ditutup naik lebih dari 2% pada perdagangan sore hari.
Lepas Unit Finansial Sony terus mempercepat transformasinya dari produsen elektronik rumah tangga menjadi kekuatan utama dalam industri hiburan global, mencakup segmen game, musik, film, serta semikonduktor. Di bawah kepemimpinan Hiroki Totoki yang baru saja resmi menjabat sebagai CEO pada bulan lalu, perusahaan mengambil langkah besar dengan mempersiapkan pemecahan (spin-off) sebagian unit jasa keuangan miliknya.
Baca Juga: Erika Carlina Pilih Bungkam Soal Kasus Aldy Maldini: Kalau Dirugikan, Itu Urusanku
Proses pemisahan ini dijadwalkan berlangsung pada Oktober, dengan Sony akan tetap memegang kurang dari 20% saham di unit tersebut. Strategi ini sejalan dengan fokus Sony yang semakin mengarah ke bisnis hiburan dan teknologi tinggi.
Divisi Game Hadapi Tekanan, Tapi Optimistis Menatap ke Depan. Unit bisnis game Sony mengalami penurunan kinerja pada kuartal terakhir. Penjualan konsol PlayStation 5 (PS5) hanya mencapai 2,8 juta unit, turun 38% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dampaknya, laba operasional segmen ini turun 12,5%.
Baca Juga: Sama-Sama Premium, Ini Perbedaan Haji Khusus dan Haji Furoda yang Perlu Diketahui
Meski demikian, Sony tetap optimistis. Perusahaan memproyeksikan kenaikan laba unit game sebesar 16% dalam tahun fiskal ini, berkat peluncuran beberapa game eksklusif internal yang diyakini akan mendorong permintaan. Salah satu judul yang paling dinanti, “Ghost of Yotei”, dijadwalkan rilis pada Oktober, menyusul kesuksesan pendahulunya, “Ghost of Tsushima”, yang telah terjual lebih dari 13 juta kopi di konsol dan PC.
Baca Juga: Pintu Keluar di Tengah Serangan: AS dan Houthi Sepakat Akhiri Konflik