WASHINGTON – Pemerintah Amerika Serikat mengambil langkah mengejutkan dengan menurunkan tarif bea masuk untuk paket berisi barang kecil dari China, sebuah kebijakan yang selama ini menjadi sumber ketegangan dalam perang dagang kedua negara.
Baca Juga: Eropa Bersiap Cekik Ekonomi Rusia: Prancis Desak Sanksi Penghabisan
Langkah ini dipandang sebagai bagian dari kesepakatan damai dagang yang baru disepakati antara Washington dan Beijing.
Dalam perintah eksekutif yang ditandatangani Presiden Donald Trump dan dirilis pada Senin malam (13/5), tarif untuk barang kiriman langsung ke konsumen (direct-to-consumer) dengan nilai hingga USD 800 akan diturunkan dari 120% menjadi 54%.
Baca Juga: Aviva Terancam Gagal Kuasai Direct Line, Otoritas Persaingan Usut Potensi Monopoli
Paket yang dikirim melalui jasa pos tetap akan dikenakan biaya tetap sebesar USD 100, setelah rencana kenaikan menjadi USD 200 pada 1 Juni dibatalkan.
Untuk pengiriman yang dilakukan oleh jasa ekspedisi komersial seperti UPS, FedEx, dan DHL—yang menangani jutaan paket dari e-commerce besar seperti Temu dan Shein—tarif baru akan sebesar 30%, turun drastis dari 145% sebelumnya.
Baca Juga: Langkah Mengejutkan: Trump Temui Presiden Suriah, Isyaratkan Normalisasi Hubungan
Menurut pakar logistik, tarif 30% ini merupakan gabungan dari tarif dasar 10% ditambah 20% tarif tambahan terkait isu krisis fentanyl di AS.
Meski kesepakatan dagang akhir pekan lalu antara kedua negara tidak menyebutkan soal kebijakan "de minimis", perintah tersebut menandai perubahan besar dari kebijakan Februari lalu, di mana pemerintahan Trump mencabut pembebasan bea masuk untuk kiriman dari China bernilai di bawah USD 800.
Baca Juga: 13 Kandidat Kuat Peraih Ballon d'Or 2025, Siapa yang Terdepan?