RIYADH,METROSELEBES.COM- 13 Mei Presiden Amerika Serikat Donald Trump memulai lawatan keduanya ke luar negeri sejak kembali menjabat dengan kunjungan empat hari ke kawasan Teluk Arab, dimulai dari Arab Saudi. Fokus utama kunjungan ini adalah menjalin kerja sama ekonomi bernilai fantastis, jauh lebih besar daripada pembahasan isu-isu keamanan seperti perang di Gaza atau ketegangan dengan Iran.
Baca Juga: Pengungsi Kulit Putih dari Afrika Selatan Disambut di AS, Tuai Kontroversi
Dengan membawa rombongan eksekutif papan atas dari dunia bisnis AS, termasuk CEO Tesla Elon Musk, Trump menghadiri Forum Investasi Saudi-AS di Riyadh. Forum tersebut juga dihadiri tokoh-tokoh ternama seperti CEO BlackRock Larry Fink, CEO Blackstone Stephen A. Schwarzman, serta Menteri Keuangan AS Scott Bessent.
Baca Juga: AS Longgarkan Tarif Impor dari China, E-Commerce Bernapas Lega
Menteri Investasi Saudi Khalid al-Falih menyatakan bahwa hubungan ekonomi antara kedua negara telah berkembang pesat di luar sektor energi. “Ketika Arab Saudi dan Amerika Serikat bekerja sama, hasilnya luar biasa,” ujarnya dalam pembukaan forum.
Video pembuka forum menampilkan elang dan falcon yang terbang tinggi, melambangkan kemitraan historis antara Riyadh dan Washington. Di forum tersebut, Larry Fink mengungkapkan bahwa ia telah mengunjungi Arab Saudi lebih dari 65 kali dalam dua dekade terakhir dan mengapresiasi langkah kerajaan dalam memperluas basis ekonominya.
Setibanya di Riyadh, pesawat Air Force One Trump disambut secara simbolis oleh jet tempur F-15 milik Arab Saudi yang mengawal dari udara—sebuah gesture kehormatan dari tuan rumah.
Dalam lawatan ini, Trump dijadwalkan mengunjungi Qatar pada Rabu dan Uni Emirat Arab pada Kamis. Kunjungan ke Israel tidak termasuk dalam agenda, meskipun normalisasi hubungan antara Arab Saudi dan Israel merupakan ambisi geopolitik lama Trump yang masih menemui jalan buntu.
Baca Juga: Ant Group Lepas Saham Paytm Senilai Rp3,4 Triliun, Sinyal Mundurnya Investor Asing?
Pemerintah AS dan negara-negara Teluk dikabarkan akan mengumumkan paket investasi besar yang nilainya dapat mencapai triliunan dolar. Arab Saudi sendiri sudah menjanjikan investasi senilai 600 miliar dolar AS di AS sejak Januari lalu, dan Trump disebut akan mendorong komitmen hingga satu triliun dolar.