Aviva Terancam Gagal Kuasai Direct Line, Otoritas Persaingan Usut Potensi Monopoli

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Rabu, 14 Mei 2025 | 16:47 WIB
Logo Aviva terlihat dalam ilustrasi yang diambil pada tanggal 31 Januari 2025.  Source FOTO: REUTERS
Logo Aviva terlihat dalam ilustrasi yang diambil pada tanggal 31 Januari 2025. Source FOTO: REUTERS

LONDON,METROSELEBES.COM- Rencana akuisisi senilai 3,7 miliar poundsterling (sekitar Rp97 triliun) oleh raksasa asuransi Aviva terhadap rivalnya, Direct Line, menghadapi hambatan serius, Rabu, 14/05/2025.

Otoritas Persaingan dan Pasar Inggris (CMA) resmi membuka penyelidikan atas potensi pengaruh negatif terhadap persaingan usaha di sektor asuransi rumah dan kendaraan.

Baca Juga: Langkah Mengejutkan: Trump Temui Presiden Suriah, Isyaratkan Normalisasi Hubungan

Langkah CMA ini berpotensi menjadi batu sandungan besar bagi ambisi Aviva untuk menjadi pemain dominan di pasar asuransi Inggris. Dalam pernyataannya, CMA menyatakan sedang menilai apakah penggabungan kedua perusahaan ini bisa menyebabkan "pengurangan persaingan yang substansial". Mereka juga membuka kesempatan bagi pihak-pihak berkepentingan untuk memberikan tanggapan hingga batas waktu 29 Mei.

Baca Juga: 13 Kandidat Kuat Peraih Ballon d'Or 2025, Siapa yang Terdepan?

Kesepakatan akuisisi ini diumumkan pada Desember tahun lalu dan dipandang sebagai langkah strategis CEO Aviva, Amanda Blanc, dalam merampingkan bisnis serta fokus pada pasar inti seperti Inggris, Kanada, dan Irlandia.

Jika berhasil, perusahaan gabungan ini akan menguasai lebih dari 20% pangsa pasar asuransi rumah dan kendaraan di Inggris—menyaingi pemain besar seperti Legal & General serta Prudential.

Baca Juga: Nyaris Meletus Perang Nuklir: Saat Rudal Terbang dan Telepon Diplomasi Menyelamatkan Dunia

Meskipun analis dari JP Morgan sebelumnya memperkirakan tidak akan ada kekhawatiran besar dari sisi persaingan, keputusan CMA untuk turun tangan justru menunjukkan sebaliknya. Penilaian tahap awal oleh CMA dijadwalkan rampung pada 10 Juli mendatang.

 

Sementara itu, saham Aviva tetap stabil meskipun tekanan regulasi ini muncul. Sejak awal tahun, nilai saham perusahaan telah naik 22% dan mencapai titik tertinggi dalam 12 bulan terakhir pada 12 Mei.

Baca Juga: Trump Amankan Komitmen Investasi Rp9.600 Triliun dari Arab Saudi, Teken Kesepakatan Pertahanan Terbesar Sepanjang Sejarah

Pihak Aviva menolak memberikan komentar atas penyelidikan ini. Namun sebelumnya, perusahaan menyatakan akuisisi masih sesuai jadwal dan ditargetkan selesai pada pertengahan 2025.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Rekomendasi

Terkini

X