Dirut PT Timah Soroti Tambang Ilegal Kian Marak Usai Kasus Harvey Moeis Terungkap

photo author
REDAKSI, Metro Selebes
- Rabu, 14 Mei 2025 | 20:06 WIB
Pengusaha sekaligus terdakwa kasus korupsi tata niaga PT Timah, Harvey Moeis.  (Foto : X.com/@JhonSitorus_18)
Pengusaha sekaligus terdakwa kasus korupsi tata niaga PT Timah, Harvey Moeis. (Foto : X.com/@JhonSitorus_18)

JAKARTA, METROSELEBES.COM – Direktur Utama PT Timah Tbk, Restu Widiyantoro, angkat bicara soal maraknya aktivitas tambang ilegal yang semakin menggila pasca mencuatnya kasus korupsi tata niaga timah yang menyeret nama pengusaha Harvey Moeis.

Dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI pada Rabu, 14 Mei 2025, Restu secara blak-blakan mengungkapkan bahwa keberadaan tambang-tambang ilegal kini semakin menguasai wilayah izin usaha pertambangan milik PT Timah.

“Luar biasa kondisi yang sekarang dihadapi, terutama sejak ada kasus Harvey Moeis dan kawan-kawan,” ujar Restu di hadapan anggota dewan.

Restu menegaskan bahwa saat ini operasional perusahaan tidak lagi sepenuhnya berada dalam kendali PT Timah, akibat menjamurnya tambang ilegal yang merusak sistem tata kelola pertambangan nasional.

“Sekarang hampir operasional perusahaan dikendalikan bukan oleh PT Timah secara langsung. Ini kami akui dan menjadi kewajiban kami untuk benahi,” tambahnya.

Upaya penertiban telah dilakukan oleh perusahaan, termasuk tindakan tegas seperti penenggelaman kapal-kapal ponton yang digunakan untuk menambang timah secara ilegal. Namun, ironisnya, jumlah kapal ponton justru semakin bertambah.

“Kami sudah lakukan penenggelaman kapal-kapal ponton yang ilegal, tetapi jumlahnya bukan berkurang, malah bertambah,” keluh Restu.

Sebelumnya, Harvey Moeis, suami artis Sandra Dewi, divonis 20 tahun penjara dan diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp420 miliar.

Harvey Moeis terbukti bersalah dalam kasus korupsi timah yang merugikan negara hingga Rp300 triliun serta melakukan tindak pidana pencucian uang.

Restu berharap pemerintah dan aparat penegak hukum dapat memberikan dukungan yang lebih kuat untuk menghentikan tambang ilegal yang semakin tak terkendali dan merugikan negara.

14 Mei 2025


Jika ingin ditambahkan tanggapan dari Komisi VI DPR atau elemen lain, saya siap bantu sempurnakan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mahful Haruna

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X