Inti berita:
• Bupati Sukoharjo menjalani pemeriksaan di KPK usai terjaring OTT. Penyidik masih dalami dugaan perkara dan peran para pihak yang diamankan
METROSELEBES.com, JAKARTA – Suasana di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berubah menjadi pusat perhatian ketika seorang kepala daerah memasuki ruang pemeriksaan dengan langkah perlahan. Kepala tertunduk dan gerak tubuh yang tampak sempoyongan menjadi pemandangan yang menyita perhatian publik setelah Bupati Sukoharjo tiba untuk menjalani pemeriksaan menyusul operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan penyidik antirasuah.
Momen tersebut terjadi setelah KPK mengamankan sejumlah pihak dalam operasi senyap yang berlangsung di wilayah Jawa Tengah. Bupati Sukoharjo kemudian dibawa ke Jakarta untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut. Hingga saat ini, lembaga antirasuah masih mendalami peran masing-masing pihak yang diamankan serta mengumpulkan alat bukti sebelum menetapkan langkah hukum berikutnya.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan bahwa pemeriksaan terhadap para pihak yang terjaring OTT masih berlangsung secara intensif. Menurutnya, penyidik memiliki waktu sesuai ketentuan hukum untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan berdasarkan hasil pemeriksaan dan kecukupan alat bukti.
"Masih dilakukan pemeriksaan secara intensif. Nanti perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan secara resmi setelah seluruh proses awal selesai," ujar Budi Prasetyo kepada awak media.
Sejumlah informasi yang beredar menyebut OTT tersebut diduga berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Sukoharjo. Namun demikian, KPK belum mengungkap secara rinci konstruksi perkara, nilai dugaan transaksi maupun pihak-pihak yang diduga terlibat karena seluruhnya masih berada dalam tahap pendalaman penyidikan.
Di sisi lain, hingga berita ini diturunkan belum ada pernyataan resmi dari Bupati Sukoharjo maupun kuasa hukumnya terkait dugaan yang sedang ditangani KPK. Karena itu, asas praduga tak bersalah tetap harus dikedepankan sampai terdapat penetapan status hukum maupun putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.
Perkembangan kasus ini dipastikan masih akan menjadi perhatian publik. KPK dijadwalkan menyampaikan hasil pemeriksaan beserta konstruksi perkara setelah proses gelar perkara selesai, termasuk penjelasan mengenai dugaan tindak pidana, pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, serta barang bukti yang berhasil diamankan dalam operasi tangkap tangan tersebut. (*)
(Ade/Key)
Artikel Terkait
Beautiful Malino 2026 Ditunda, Pemkab Gowa Pilih Utamakan Keselamatan, dan Kenyamanan Wisatawan di Tengah Perbaikan Akses Jalan
Heboh OTT Sukoharjo! Logam Mulia dan Dolar Singapura Disita KPK, Dugaan Pemerasan Mengemuka
Kapolda Sulsel Satukan Ratusan Gamer di Grand Final Mobile Legends, 75 Tim Berebut Tiket Road to Kapolri Cup
Merino Kembali Jadi Pembeda! Spanyol Singkirkan Belgia 2-1, Tiket Semifinal Piala Dunia 2026 Diraih Lewat Drama Menit Akhir
Mundur di Tengah Sorotan, Febrie Adriansyah Tinggalkan Kursi Jampidsus Saat Penyelidikan Jadi Perhatian Publik