Keracunan Massal MBG Ternyata dari Petugas Berpengalaman, Badan Gizi Nasional Siapkan Training Ulang Nasional

photo author
REDAKSI, Metro Selebes
- Rabu, 14 Mei 2025 | 18:41 WIB
Kepala BGN akan melakukan training ulang untuk petugas SPPG.  (Foto : Instagram/badangizinasional.ri)
Kepala BGN akan melakukan training ulang untuk petugas SPPG. (Foto : Instagram/badangizinasional.ri)

BOGOR, METROSELEBES.COM – Kasus keracunan massal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di Kota Bogor terus menjadi perhatian publik.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana mengungkap fakta mengejutkan bahwa insiden tersebut justru berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah berpengalaman.

Baca Juga: BPOM Beberkan Fakta Vaksin TBC M72, Didanai Bill Gates dan Sudah Diuji Ribuan WNI

Dadan menjelaskan, petugas yang menangani distribusi MBG di lokasi kejadian sudah menjalankan tugas selama 3 hingga 4 bulan. Namun, menurutnya, rutinitas yang berjalan lancar justru bisa membuat kewaspadaan menurun.

“Kejadian (keracunan) justru dari SPPG yang sudah 3-4 bulan melakukan pelayanan. Jadi mungkin karena aman setiap hari, sudah merasa terbiasa, sehingga kami melihat butuh penyegaran,” ujarnya dalam konferensi pers di Gedung Ombudsman, Jakarta Selatan, Rabu, 14 Mei 2025.

Sebagai langkah korektif, BGN akan menggelar pelatihan ulang secara berkala untuk para penjamah makanan dalam program MBG.

Baca Juga: Keracunan Massal Program MBG di Bogor, Uji Lab Ungkap Kontaminasi E. coli dan Salmonella

“Setiap 2-3 bulan kita akan lakukan training ulang untuk para penjamah makanan supaya kewaspadaan terus ditingkatkan. Standar kualitas (makanan) tetap dijaga supaya rutinitas itu tidak membiuskan mereka,” tegas Dadan.

Kasus keracunan MBG di Kota Bogor terjadi pada periode pembagian makanan 6–9 Mei 2025 oleh SPPG Bina Insani. Berdasarkan hasil uji laboratorium dari Labkesda, ditemukan kontaminasi bakteri Escherichia coli (E. coli) dan Salmonella.

Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, menjelaskan bahwa kontaminasi berasal dari bahan makanan seperti ceplok telur berbumbu barbeque, tumis toge, dan tahu.

Baca Juga: Meutya Hafid Dukung Siswa Nakal Masuk Barak TNI, Sebut Bisa Jadi Model Nasional

“Bakteri ini muncul dari ceplok telor yang dipakai bumbu barbeque, yang kedua dari tumis toge dan tahu yang terindikasi mengandung Salmonella,” terang Dedie kepada awak media, Senin, 12 Mei 2025.

Kasus ini telah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) dengan total korban tercatat mencapai 223 siswa. Pemerintah daerah bersama BGN tengah mengambil langkah cepat untuk mencegah kejadian serupa terulang di wilayah lain. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mahful Haruna

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X