Pilot Tewas, Pesawat Perintis Dibakar di Yahukimo, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Toleransi untuk Pelaku Kekerasan

photo author
Syamsir Anchi, Metro Selebes
- Sabtu, 4 Juli 2026 | 16:44 WIB
Pilot AMA Air tewas dan pesawat perintis dibakar di Yahukimo. Pemerintah mengutuk keras insiden tersebut serta memastikan penyelidikan. (Dok.Kemenko Polkam)
Pilot AMA Air tewas dan pesawat perintis dibakar di Yahukimo. Pemerintah mengutuk keras insiden tersebut serta memastikan penyelidikan. (Dok.Kemenko Polkam)

Inti berita:

• Pilot AMA Air tewas dan pesawat perintis dibakar di Yahukimo. Pemerintah memastikan pelaku akan diburu, sementara pengamanan penerbangan di Papua diperketat demi melindungi masyarakat dan layanan publik.

 

METROSELEBES.com, PAPUA – Langit Papua kembali diwarnai kabar duka. Sebuah pesawat perintis milik AMA Air dilaporkan dibakar di Bandara Perintis Ipdeheik, Kampung Balinggama, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Dalam insiden tersebut, pilot pesawat, Nicholas F. Goselin, ditemukan meninggal dunia. Peristiwa ini langsung memicu respons cepat pemerintah yang menegaskan komitmen mengusut kasus hingga tuntas.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, mengecam keras aksi yang diduga dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB). Pemerintah menyatakan kekerasan terhadap warga sipil maupun fasilitas transportasi udara yang melayani masyarakat di wilayah pedalaman tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun.

Baca juga: Dugaan Tekanan terhadap Korban Terungkap, Keluarga Sebut Ancaman Jadi Alasan Tak Berani Pulang 

Melalui Karo Humas dan Data Informasi Kemenko Polkam, Brigjen TNI Honi Havana, dijelaskan bahwa sejak laporan awal diterima, pemerintah langsung menggelar koordinasi intensif bersama TNI, Polri, serta kementerian dan lembaga terkait untuk menangani situasi di lapangan. Langkah tersebut dilakukan agar proses evakuasi, penyelidikan, dan pengamanan dapat berjalan secara terpadu.

"Pemerintah tidak akan menoleransi segala bentuk kekerasan dan tindakan keji terhadap masyarakat maupun sarana transportasi udara yang menjadi urat nadi pelayanan bagi kehidupan masyarakat di Papua," tegas Honi Havana dalam keterangannya.

Baca juga: Mesir Cetak Sejarah ke 16 Besar Piala Dunia 2026, Hossam Hassan Dedikasikan Kemenangan untuk Palestina 

Di tengah situasi tersebut, pemerintah juga mengapresiasi gerak cepat aparat TNI, Polri, dan seluruh unsur yang terlibat dalam proses evakuasi jenazah Nicholas F. Goselin. Jenazah berhasil dievakuasi pada Jumat (3/7) pagi dan dibawa ke Rumah Sakit Tk II Timika. Selanjutnya, Koops TNI Habema akan menyerahkan jenazah kepada pihak AMA Air untuk dipulangkan ke Jakarta.

Pemerintah menegaskan penyelidikan atas insiden ini masih terus berlangsung. Aparat keamanan didorong mengungkap seluruh fakta secara profesional sekaligus mengambil langkah penegakan hukum terhadap pelaku sesuai ketentuan yang berlaku. Di sisi lain, pengamanan penerbangan perintis di Papua juga akan diperkuat mengingat layanan tersebut menjadi jalur vital bagi distribusi logistik, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan masyarakat di wilayah terpencil.

Baca juga: Unhas Turunkan Tim ke Pelosok, Verifikasi Langsung Penerima KIP Kuliah Demi Cegah Salah Sasaran 

Peristiwa di Yahukimo kembali menjadi pengingat besarnya tantangan menjaga keamanan di kawasan Papua. Sambil menunggu hasil penyelidikan resmi, pemerintah memastikan perlindungan terhadap masyarakat dan keberlangsungan pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama, termasuk menjamin operasional penerbangan perintis yang selama ini menjadi nadi kehidupan di daerah pedalaman.(*)

(De/Man)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Syamsir Anchi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X