Meutya Hafid Dukung Siswa Nakal Masuk Barak TNI, Sebut Bisa Jadi Model Nasional

photo author
REDAKSI, Metro Selebes
- Rabu, 14 Mei 2025 | 18:29 WIB
Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid.  (Foto : Instagram.com/@meutya_hafid)
Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid. (Foto : Instagram.com/@meutya_hafid)

SURAKARTA, METROSELEBES.COM – Kebijakan Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, yang mengirim siswa nakal ke barak militer TNI terus menuai perhatian publik.

Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid secara langsung meninjau pelaksanaan program tersebut di Barak TNI Resimen Armed 1 Sthira Yudha, Kabupaten Purwakarta, Rabu, 14 Mei 2025.

Baca Juga: BPOM Beberkan Fakta Vaksin TBC M72, Didanai Bill Gates dan Sudah Diuji Ribuan WNI

Meutya menyampaikan dukungannya terhadap langkah Dedi dalam menerapkan pendidikan karakter berbasis kedisiplinan militer.

Politisi Partai Golkar ini menilai, banyak siswa yang mengalami kecanduan gawai dan gim, sehingga membutuhkan pendekatan tegas dan sistematis.

“Banyak dari anak-anak ini yang kecanduan gawai, gim, dan kehilangan konsentrasi di ruang digital. Ini jadi perhatian kami,” ujar Meutya saat ditemui awak media.

Baca Juga: Siswa Jabar Dilarang Bawa HP Ke Sekolah, Aturan Baru Usai Kebijakan Barak TNI

Lebih jauh, Meutya menyebut program pendidikan karakter di Barak TNI ini berpotensi menjadi model nasional apabila terbukti efektif dalam membentuk kedisiplinan dan mental pelajar.

“Kalau memang baik, bisa menjadi model nasional, tidak ada salahnya kita scale-up,” ucapnya.

Mantan Jurnalis ini menambahkan bahwa program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Baca Juga: Sawit 4.0: Revolusi Senyap yang Akan Mengubah Peta Ekonomi Indonesia

Jawa Barat pun ditunjuk sebagai pilot project karena dinilai paling siap dalam mengimplementasikan pendidikan karakter berbasis Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional.

“Jawa Barat kami jadikan sebagai pilot project karena program ini juga sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019,” jelas Meutya.

Sebelumnya, Gubernur Dedi Mulyadi telah mengirim sejumlah siswa nakal ke Barak TNI sejak awal Mei 2025. Kebijakan itu diambil sebagai bagian dari upaya mengurangi kecanduan gawai serta memperkuat karakter generasi muda Jabar. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mahful Haruna

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X