Wells Fargo Hentikan Perjalanan ke China Usai Karyawannya Dilarang Keluar dari Negara Itu

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Jumat, 18 Juli 2025 | 07:52 WIB
Orang-orang berjalan melewati cabang bank Wells Fargo di New York City, AS, pada 4 Juni 2025. Source FOTO: REUTERS
Orang-orang berjalan melewati cabang bank Wells Fargo di New York City, AS, pada 4 Juni 2025. Source FOTO: REUTERS

Seorang sumber dari bank besar lainnya menyebut bahwa bahkan sebelum insiden ini terjadi, sejumlah institusi keuangan sudah mulai meminta pegawainya membawa dokumen tambahan saat bepergian ke luar negeri sebagai langkah antisipasi terhadap risiko geopolitik dan isu imigrasi.

 

Karier dan Kiprah Chenyue Mao

 

Mao telah bergabung dengan Wells Fargo selama lebih dari satu dekade dan saat ini juga menjabat sebagai Ketua FCI (Factors Chain International), sebuah jaringan global perusahaan yang bergerak di bidang pembiayaan perdagangan dan factoring. Sebelum dipilih menjadi ketua pada Juni 2025, ia lebih dulu menjabat sebagai wakil ketua organisasi tersebut.

Baca Juga: Krisis SDM Melanda Badan Keselamatan Mobil AS, Lebih dari 25% Pegawai Mundur

FCI belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari Reuters terkait insiden ini.

 

Praktik Exit Ban di China

 

Larangan keluar (exit ban) semakin sering digunakan oleh otoritas China terhadap warga negara asing maupun warga lokal. Exit ban umumnya diberlakukan dalam kasus sengketa sipil, investigasi regulasi, atau penyelidikan pidana. Banyak individu yang tidak mengetahui mereka dikenai pembatasan hingga saat akan meninggalkan negara itu.

 

Pemerintah AS melalui seorang pejabat senior menyatakan, “Pemerintah China selama bertahun-tahun telah memberlakukan exit ban terhadap warga AS dan warga negara asing lainnya tanpa proses hukum yang jelas dan transparan.”

Baca Juga: Uber Investasikan 0 Juta ke Lucid untuk Luncurkan 20.000 Robotaxi Mulai 2026

Insiden serupa pernah terjadi pada 2023, ketika seorang bankir senior dari Nomura dilarang meninggalkan daratan China. Beberapa perusahaan sejak itu telah membatalkan atau menunda kunjungan ke China, dan sebagian lainnya menerapkan protokol keamanan seperti mendorong perjalanan berkelompok.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X