WEST MIDLANDS,METROSELEBES.COM-Sebuah proyek ambisius untuk mendaur ulang baterai kendaraan listrik (EV) di Inggris telah mendapatkan suntikan dana dari pemerintah Inggris melalui program DRIVE35 senilai 2,5 miliar poundsterling (sekitar Rp55 triliun). Proyek ini bertujuan untuk mengekstraksi kembali mineral penting seperti litium, nikel, dan kobalt dari baterai bekas pakai, dan merupakan bagian dari upaya nasional menuju transisi energi bersih. Seperti dikutip dari Reuters pada Jumat (18/07/2025).
Baca Juga: Tarik Diri dari Pasar AS, Volvo Pangkas Penjualan dan Hentikan Model Sedan karena Tekanan Tarif
Startup teknologi bersih Mint Innovation mengumumkan bahwa proyek tersebut akan berlangsung selama tiga tahun di wilayah West Midlands dan melibatkan beberapa mitra strategis, termasuk produsen mobil mewah Jaguar Land Rover—unit dari Tata Motors, perusahaan daur ulang LiBatt Recycling, serta departemen Warwick Manufacturing Group dari University of Warwick.
Langkah ini menjadi signifikan mengingat target pemerintah Inggris untuk menghentikan penjualan mobil bensin dan diesel baru pada tahun 2035. Namun demikian, secara global, permintaan terhadap kendaraan listrik masih belum memenuhi ekspektasi. Biaya awal yang tinggi masih menjadi kendala utama bagi banyak konsumen, menurut survei industri terbaru.
Meski Inggris terus mendorong industri otomotifnya menuju elektrifikasi, tekanan global masih terasa. Pada bulan April lalu, pemerintah melonggarkan target transisi kendaraan listrik guna memberi ruang bagi pelaku industri yang terdampak kebijakan tarif impor dari Amerika Serikat. Sementara itu, Jaguar Land Rover pada bulan Juni menurunkan proyeksi margin fiskal tahun 2026 karena melemahnya permintaan global, bahkan membatalkan rencana pembangunan pabrik EV senilai $1 miliar di India Selatan.
Baca Juga: Krisis SDM Melanda Badan Keselamatan Mobil AS, Lebih dari 25% Pegawai Mundur
Proyek daur ulang ini diharapkan menjadi solusi strategis untuk memperkuat rantai pasok bahan baku baterai secara domestik, mengurangi ketergantungan pada impor, dan mempercepat target net-zero emisi karbon yang dicanangkan Inggris.
Tentang DRIVE35
DRIVE35 adalah inisiatif pemerintah Inggris yang diluncurkan pada bulan Juli 2025 oleh Departemen Bisnis dan Perdagangan. Program ini bertujuan mempercepat transformasi industri otomotif Inggris menuju kendaraan listrik dan netral karbon, dengan fokus pada inovasi teknologi dan pengembangan kapasitas industri lokal.
Artikel Terkait
MK Dinilai Menyimpang, DPR Tegaskan Pemilu Harus Tetap Lima Tahunan
Kapolri Merasa Tak Pantas: Keteladanan Polisi Peraih Hoegeng Awards 2025 Tuai Pujian
Penurunan Tarif Impor Jadi Momentum Emas Diplomasi Dagang RI-AS
Ledakan Mengguncang Jantung Damaskus, Wartawan Al Jazeera Nyaris Jadi Korban Serangan Udara Israel DAMASKUS,
Mimpi Besar di Grup Neraka: Timnas Indonesia Siap Hadapi Arab Saudi dan Irak di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Kopdes Merah Putih: Tiga Tahap Bangun Kemandirian Ekonomi Desa
DPR Soroti Kinerja Lemah Kemendag, Anggaran Diminta Bukti Nyata
Uber Investasikan $300 Juta ke Lucid untuk Luncurkan 20.000 Robotaxi Mulai 2026
Krisis SDM Melanda Badan Keselamatan Mobil AS, Lebih dari 25% Pegawai Mundur
Tarik Diri dari Pasar AS, Volvo Pangkas Penjualan dan Hentikan Model Sedan karena Tekanan Tarif