STOCKHOLM,METROSELEBES.COM-Volvo Cars mengumumkan penghentian penjualan sejumlah model kendaraan di Amerika Serikat tahun ini, menyusul dampak signifikan dari tarif impor tinggi yang diberlakukan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump. Keputusan ini menandai langkah drastis dari salah satu produsen mobil global yang paling terdampak oleh kebijakan perdagangan baru AS. Seperti dikutip dari Reuters pada Kamis (17/07/2025).
Baca Juga: Krisis SDM Melanda Badan Keselamatan Mobil AS, Lebih dari 25% Pegawai Mundur
Volvo, yang dimiliki oleh Geely Holding asal Tiongkok, menyampaikan kepada Reuters bahwa mereka telah menarik beberapa model sedan dan station wagon dari portofolio AS, karena menurunnya minat pasar dan tekanan biaya akibat tarif. Akibatnya, hanya sekitar separuh dari 13 model global Volvo yang akan tersedia di pasar Amerika mulai tahun ini.
Kendaraan-kendaraan Volvo yang diproduksi di luar AS—terutama di Eropa dan Tiongkok—terkena tarif impor hingga 27,5% untuk mobil buatan Eropa dan lebih dari 100% untuk mobil buatan Tiongkok. Kebijakan ini membuat sejumlah produsen seperti Aston Martin dan Nissan juga membatasi ekspor ke AS atau menghentikan produksi untuk model tertentu.
“Jika Anda ingin mengurangi penjualan ke AS, maka Anda harus memaksimalkan nilai dari setiap unit yang masih dijual,” ujar Andy Leyland, pendiri SC Insight, konsultan rantai pasok.
Fokus ke SUV dan Model Bermargin Tinggi
Baca Juga: Uber Investasikan 0 Juta ke Lucid untuk Luncurkan 20.000 Robotaxi Mulai 2026
Sebagai langkah strategis, Volvo kini hanya memasarkan SUV di AS, kecuali model station wagon V60. Produksi sedan S60 di pabrik Volvo di Carolina Selatan telah dihentikan sejak tahun lalu, sedangkan penjualan S90 buatan Tiongkok juga telah ditangguhkan. Model terbaru ES90 dinilai tidak lagi menguntungkan untuk dijual di pasar AS.
Volvo juga mengonfirmasi bahwa mereka akan menghentikan secara global salah satu station wagon terakhirnya, V90, akibat permintaan yang terus menurun.
Sementara itu, penjualan model listrik EX40 buatan Eropa sempat dihentikan sementara, meskipun perusahaan mengatakan akan melanjutkan distribusi dalam waktu dekat tanpa memberikan alasan yang jelas.
Artikel Terkait
Amran Sulaiman Ungkap Modus Pengoplosan Beras, Kerugian Negara Capai Rp99 Triliun Per Tahun
MK Dinilai Menyimpang, DPR Tegaskan Pemilu Harus Tetap Lima Tahunan
Kapolri Merasa Tak Pantas: Keteladanan Polisi Peraih Hoegeng Awards 2025 Tuai Pujian
Penurunan Tarif Impor Jadi Momentum Emas Diplomasi Dagang RI-AS
Ledakan Mengguncang Jantung Damaskus, Wartawan Al Jazeera Nyaris Jadi Korban Serangan Udara Israel DAMASKUS,
Mimpi Besar di Grup Neraka: Timnas Indonesia Siap Hadapi Arab Saudi dan Irak di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Kopdes Merah Putih: Tiga Tahap Bangun Kemandirian Ekonomi Desa
DPR Soroti Kinerja Lemah Kemendag, Anggaran Diminta Bukti Nyata
Uber Investasikan $300 Juta ke Lucid untuk Luncurkan 20.000 Robotaxi Mulai 2026
Krisis SDM Melanda Badan Keselamatan Mobil AS, Lebih dari 25% Pegawai Mundur