WASHINGTON,METROSELEBES.COM-Senat Amerika Serikat yang dikuasai Partai Republik menolak usulan Partai Demokrat pada Jumat untuk membatasi kewenangan Presiden Donald Trump dalam melancarkan aksi militer lebih lanjut terhadap Iran. Penolakan itu terjadi hanya beberapa jam setelah Trump menyatakan akan mempertimbangkan serangan lanjutan. Seperti dikutip dari Reuters pada Sabtu (28/06/2025).
Baca Juga: Branko Ivankovic Dipecat Usai Gagal Bawa China Lolos ke Piala Dunia 2026
Dalam pemungutan suara dengan hasil 53 berbanding 47, Senat menolak resolusi kewenangan perang yang mewajibkan persetujuan Kongres untuk setiap aksi militer lebih lanjut terhadap Iran. Hasil pemungutan suara mayoritas terbagi sesuai garis partai, kecuali Senator Demokrat John Fetterman dari Pennsylvania yang bergabung dengan Partai Republik menolak resolusi, sementara Senator Partai Republik Rand Paul dari Kentucky mendukungnya bersama Partai Demokrat.
Senator Tim Kaine, penggagas utama resolusi, menegaskan bahwa Konstitusi AS menetapkan Kongres sebagai pihak yang memiliki kewenangan tunggal untuk menyatakan perang. Menurutnya, setiap permusuhan dengan Iran harus secara eksplisit disahkan lewat deklarasi perang atau otorisasi penggunaan kekuatan militer.
Baca Juga: Polda Aceh Bongkar Jaringan TPPO Internasional, Darwati Gani: Ini Bukti Keseriusan Lindungi Anak
"Jika Anda percaya presiden harus datang ke Kongres, baik Anda mendukung atau menentang perang dengan Iran, Anda akan mendukung Resolusi Bersama Senat 59 dan mendukung Konstitusi yang telah teruji waktu," kata Kaine menjelang pemungutan suara.
Sementara itu, para legislator menuntut informasi lebih lanjut tentang serangan AS terhadap Iran akhir pekan lalu dan status persediaan uranium Iran yang diperkaya tinggi.
Sebelumnya pada Jumat, Trump mengkritik keras Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, membatalkan rencana pelonggaran sanksi terhadap Iran, dan mengatakan akan mempertimbangkan pemboman lanjutan jika Iran terus memperkaya uranium ke tingkat yang mengkhawatirkan. Pernyataan Trump muncul setelah pernyataan publik pertama Khamenei usai konflik 12 hari antara Israel dan Iran yang berakhir dengan serangan udara AS ke situs nuklir Iran.
Baca Juga: Kawal Ketat PPDB 2025: Inspektorat Jenderal Tegas Awasi Kecurangan
Sebagian besar anggota tim keamanan nasional Trump memberikan pengarahan tertutup kepada Senat dan DPR tentang serangan tersebut pada Kamis dan Jumat. Banyak anggota parlemen dari Partai Demokrat menyatakan belum yakin bahwa fasilitas nuklir Iran telah "dihancurkan" sepenuhnya, seperti yang diklaim Trump.
Artikel Terkait
Koperasi Merah Putih Disiapkan Jadi Tulang Punggung Program Makan Bergizi Gratis
Menkop Budi Arie Dorong Koperasi Kawal Gizi Nasional Lewat Perpres MBG
5,5 Juta Anak Sudah Terima MBG, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp121 Triliun
1 Juli 2025, Kopdes Resmi Bisa Ajukan Pinjaman Modal ke Himbara
Perang Israel dan Iran, Dasco Imbau WNI di Wilayah Konflik Tetap Tenang: Evakuasi Bertahap Terus Dilakukan
AS Bantah Iran Sembunyikan Uranium Usai Serangan Udara, Hegseth Sebut Program Nuklir Iran Lumpuh Bertahun-tahun
Kawal Ketat PPDB 2025: Inspektorat Jenderal Tegas Awasi Kecurangan"
Polda Aceh Bongkar Jaringan TPPO Internasional, Darwati Gani: Ini Bukti Keseriusan Lindungi Anak
Branko Ivankovic Dipecat Usai Gagal Bawa China Lolos ke Piala Dunia 2026
ASN Kini Bisa Kerja Lebih Fleksibel: Pemerintah Tegaskan Landasan Hukum FWA Sudah Kokoh