Penentang resolusi berpendapat bahwa serangan terhadap Iran hanyalah operasi terbatas yang masih berada dalam kewenangan presiden sebagai panglima tertinggi militer, bukan permulaan permusuhan berkelanjutan. Senator Bill Hagerty dari Tennessee, mantan duta besar AS untuk Jepang di masa jabatan pertama Trump, menilai resolusi itu dapat menghambat presiden bertindak cepat dalam krisis.
"Kita tidak boleh membelenggu presiden di tengah krisis ketika nyawa dipertaruhkan," ujar Hagerty.
Pada masa jabatan pertama Trump, Kaine juga mengajukan resolusi serupa pada 2020, yang kala itu lolos di Senat dan DPR dengan sedikit dukungan Partai Republik, namun gagal melewati veto presiden.
Baca Juga: 5,5 Juta Anak Sudah Terima MBG, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp121 Triliun
Ketua DPR Mike Johnson, sekutu dekat Trump, telah menyatakan pekan ini bahwa waktu untuk upaya tersebut belum tepat.
Artikel Terkait
Koperasi Merah Putih Disiapkan Jadi Tulang Punggung Program Makan Bergizi Gratis
Menkop Budi Arie Dorong Koperasi Kawal Gizi Nasional Lewat Perpres MBG
5,5 Juta Anak Sudah Terima MBG, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp121 Triliun
1 Juli 2025, Kopdes Resmi Bisa Ajukan Pinjaman Modal ke Himbara
Perang Israel dan Iran, Dasco Imbau WNI di Wilayah Konflik Tetap Tenang: Evakuasi Bertahap Terus Dilakukan
AS Bantah Iran Sembunyikan Uranium Usai Serangan Udara, Hegseth Sebut Program Nuklir Iran Lumpuh Bertahun-tahun
Kawal Ketat PPDB 2025: Inspektorat Jenderal Tegas Awasi Kecurangan"
Polda Aceh Bongkar Jaringan TPPO Internasional, Darwati Gani: Ini Bukti Keseriusan Lindungi Anak
Branko Ivankovic Dipecat Usai Gagal Bawa China Lolos ke Piala Dunia 2026
ASN Kini Bisa Kerja Lebih Fleksibel: Pemerintah Tegaskan Landasan Hukum FWA Sudah Kokoh