Koperasi Merah Putih Disiapkan Jadi Tulang Punggung Program Makan Bergizi Gratis

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Jumat, 27 Juni 2025 | 10:20 WIB
Menteri Koperasi dan UKM (Menkop) Budi Arie Setiadi menegaskan pentingnya peran strategis koperasi, khususnya melalui jaringan Kopdes/Kel Merah Putih, dalam mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini tengah disiapkan melalui Rancangan Peraturan Presiden (Perpres). (Instagram kopdesmerahputih)
Menteri Koperasi dan UKM (Menkop) Budi Arie Setiadi menegaskan pentingnya peran strategis koperasi, khususnya melalui jaringan Kopdes/Kel Merah Putih, dalam mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini tengah disiapkan melalui Rancangan Peraturan Presiden (Perpres). (Instagram kopdesmerahputih)

 

JAKARTA, METROSELEBES.COM – Menteri Koperasi dan UKM (Menkop) Budi Arie Setiadi menegaskan pentingnya peran strategis koperasi, khususnya melalui jaringan Kopdes/Kel Merah Putih, dalam mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini tengah disiapkan melalui Rancangan Peraturan Presiden (Perpres).

Hal ini disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) yang berlangsung di Jakarta pada Kamis (26/6/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Menkop Budi Arie menyatakan bahwa koperasi akan menjadi penyedia bahan baku dan dapur pelaksana program MBG, sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal dan pemberdayaan ekonomi desa.

Baca Juga: Aksi Merespon Peringatan Dini Jadi Garda Depan Kesiapsiagaan Nasional

“Kita tunggu Perpresnya. Prinsipnya, koperasi melalui Kopdes/Kel Merah Putih harus menjadi garda depan dalam penyediaan makan bergizi gratis,” ujar Budi Arie.

Program MBG merupakan inisiatif strategis pemerintah sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025, Diktum 7 Nomor 15, yang bertujuan untuk meningkatkan gizi anak-anak Indonesia, menurunkan angka stunting, dan mendorong konsumsi pangan sehat berbasis komunitas lokal.

Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) juga mendorong pembentukan Satgas MBG di daerah-daerah untuk memastikan implementasi program ini berjalan optimal dan tepat sasaran.

Baca Juga: Pemerintah Genjot Skema Pembiayaan Rumah Lewat KUR, Ini Strateginya!

Mekanisme tata kelola MBG dirancang agar koperasi tidak hanya menjadi pelaksana, tetapi juga penggerak ekonomi lokal melalui pemanfaatan produk pertanian, peternakan, dan perikanan dari masyarakat sekitar.

Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas), kebutuhan pangan bergizi untuk pelajar dan anak usia dini per hari mencakup sekitar 50 gram protein, 400 kalori energi, serta sayur dan buah segar.

Jika koperasi dilibatkan penuh dalam rantai pasok ini, diperkirakan akan terjadi peningkatan daya serap produk lokal hingga 25–30% secara nasional.

Baca Juga: Mandiri Group Dukung Penuh Program 3 Juta Rumah, FLPP Siap Tampung 25 Ribu Pegawai

Kehadiran koperasi dalam skema ini diyakini menjadi terobosan baru untuk menjembatani kebijakan pemerintah pusat dengan kekuatan ekonomi akar rumput.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X