AS Bantah Iran Sembunyikan Uranium Usai Serangan Udara, Hegseth Sebut Program Nuklir Iran Lumpuh Bertahun-tahun

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Jumat, 27 Juni 2025 | 14:48 WIB
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Angkatan Udara Dan Caine berbicara dalam sebuah konferensi pers di Pentagon, Arlington, Virginia, AS, bulan Juni. Source FOTO: REUTERS
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Angkatan Udara Dan Caine berbicara dalam sebuah konferensi pers di Pentagon, Arlington, Virginia, AS, bulan Juni. Source FOTO: REUTERS

WASHINGTON,METROSELEBES.COM-Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menegaskan tidak ada informasi intelijen yang menunjukkan bahwa Iran memindahkan persediaan uranium hasil pengayaan tinggi mereka sebelum serangan udara besar-besaran AS terhadap fasilitas nuklir negara tersebut akhir pekan lalu. Seperti dikutip dari Reuters pada Kamis (26/06/2025).

Baca Juga: Perang Israel dan Iran, Dasco Imbau WNI di Wilayah Konflik Tetap Tenang: Evakuasi Bertahap Terus Dilakukan

Dalam konferensi pers yang berlangsung panas di Pentagon pada Kamis, Hegseth membantah klaim bahwa Iran memindahkan bahan nuklirnya untuk menghindari kehancuran akibat lebih dari selusin bom bunker-buster seberat 30.000 pon yang dijatuhkan ke tiga lokasi nuklir utama Iran pada Minggu dini hari waktu setempat.

 

“Saya tidak mengetahui adanya intelijen yang menyatakan bahwa barang-barang tersebut dipindahkan dari tempat seharusnya,” ujar Hegseth. Pernyataan ini disampaikan di tengah berbagai spekulasi bahwa Teheran telah memindahkan sebagian besar uranium pengayaan 60% dari situs bawah tanah Fordow ke lokasi rahasia.

 

Presiden Donald Trump, yang menyaksikan langsung jalannya konferensi pers itu, mendukung Hegseth. Ia menyatakan bahwa “tidak ada waktu cukup” bagi Iran untuk mengevakuasi bahan nuklir tersebut. Trump bahkan menyebut bahwa kendaraan yang terlihat di lokasi hanya milik para pekerja beton yang sedang menutup poros-poros terowongan. “Tidak ada yang diambil dari fasilitas itu,” tulis Trump di media sosial miliknya, tanpa menyertakan bukti.

Baca Juga: 1 Juli 2025, Kopdes Resmi Bisa Ajukan Pinjaman Modal ke Himbara

Namun, beberapa analis independen justru memperingatkan bahwa Iran kemungkinan telah menyembunyikan cadangan uranium-nya. Citra satelit dari Maxar Technologies menunjukkan adanya aktivitas tidak biasa di Fordow dua hari sebelum serangan, termasuk antrean panjang kendaraan di gerbang masuk. Seorang sumber senior Iran kepada Reuters bahkan mengklaim bahwa sebagian besar uranium pengayaan 60% telah dipindahkan sebelum serangan berlangsung.

 

Penilaian Dampak Serangan Masih Dibahas

 

The Financial Times, mengutip penilaian intelijen Eropa, melaporkan bahwa stok uranium Iran tetap utuh karena tidak disimpan sepenuhnya di Fordow. Menanggapi laporan-laporan ini, Hegseth menyebut bahwa laporan awal dari Defense Intelligence Agency yang menyatakan serangan hanya menunda program Iran beberapa bulan, adalah “penilaian berkeyakinan rendah”.

Baca Juga: Koperasi Merah Putih Disiapkan Jadi Tulang Punggung Program Makan Bergizi Gratis

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X