The Fed Hawkish? Tiga Investasi Populer Ini Bisa Jadi Perdagangan Paling Menyakitkan di Pasar

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Jumat, 27 Juni 2025 | 08:39 WIB
Gedung Federal Reserve terlihat di Washington, Amerika Serikat, pada 26 Januari 2022. Source FOTO: REUTERS
Gedung Federal Reserve terlihat di Washington, Amerika Serikat, pada 26 Januari 2022. Source FOTO: REUTERS

ORLANDO,METROSELEBES.COM-Menjelang akhir paruh pertama tahun ini, pasar keuangan berada dalam ketidakpastian, menunggu dampak dari berakhirnya masa jeda tarif "resiprokal" Amerika Serikat pada 9 Juli. Namun di balik optimisme yang mendominasi, para investor kini mulai bertanya-tanya: jika arah kebijakan Federal Reserve ternyata lebih hawkish dari yang diperkirakan, siapa yang akan paling merasakan "sakitnya"?. Dikutip dari Reuters pada Kamis (26/06/2025).

Baca Juga: Era Baru Ketegangan Global: Dari Asia Selatan hingga Timur Tengah, Dunia di Ambang Eskalasi Militer

Optimisme pasar saat ini tergolong tinggi. Proyeksi pertumbuhan ekonomi AS terus meningkat, estimasi laba S&P 500 tahun depan mencapai 14%, aktivitas merger dan akuisisi kembali menggeliat, dan indeks saham global mencetak rekor tertinggi. Konflik singkat 12 hari antara Iran dan Israel hanya memberi jeda sejenak pada reli yang telah berlangsung hampir tiga bulan sejak Presiden Donald Trump memberlakukan tarif "Hari Pembebasan" pada 2 April lalu.

 

Namun, di balik pandangan yang tampak cerah ini, para analis memperingatkan adanya risiko "pain trades" — situasi di mana investor yang terlalu percaya diri dalam satu arah perdagangan tiba-tiba mengalami pembalikan harga tajam, memaksa banyak pihak keluar secara bersamaan.

 

Tiga Perdagangan Paling Padat Posisi

 

Menurut survei manajer dana global Bank of America edisi Juni, tiga posisi perdagangan paling "ramai" saat ini adalah:

Baca Juga: Kilmar Abrego Akan Diadili dan Dideportasi Lagi, Tapi Bukan ke El Salvador

1. Long emas (dipilih oleh 41% responden)

 

 

2. Long saham teknologi “Magnificent Seven” seperti Nvidia, Microsoft, Meta, Apple, Amazon, Alphabet, dan Tesla (23%)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X