Misi Sekolah Rakyat Permanen: KSP Kawal Transformasi Pendidikan Prabowo

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Kamis, 26 Juni 2025 | 18:10 WIB
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Letjen TNI (Purn) AM Putranto melakukan peninjauan lapangan ke sejumlah lokasi penting dalam upaya mengawal program prioritas Presiden Prabowo Subianto. (Instagram kantorstafpresidenri)
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Letjen TNI (Purn) AM Putranto melakukan peninjauan lapangan ke sejumlah lokasi penting dalam upaya mengawal program prioritas Presiden Prabowo Subianto. (Instagram kantorstafpresidenri)

 

JAKARTA, METROSELEBES.COM – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Letjen TNI (Purn) AM Putranto melakukan peninjauan lapangan ke sejumlah lokasi penting dalam upaya mengawal program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Salah satu titik strategis yang dikunjungi adalah lahan yang direncanakan untuk pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat, sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah terhadap pemerataan akses pendidikan berkualitas.

Peninjauan ini turut mencakup evaluasi kesiapan dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) yang menjadi bagian dari inisiatif pemenuhan gizi siswa, sekaligus mendukung tujuan pendidikan yang holistik.

Baca Juga: Revolusi Hijau Energi Nasional: Presiden Resmikan 379,7 MW EBT Serentak di 15 Provinsi

Dalam kunjungan tersebut, Letjen Putranto menyatakan pentingnya peningkatan sarana belajar permanen agar siswa di seluruh Indonesia tidak hanya mendapatkan pendidikan, tapi juga tempat belajar yang layak dan nyaman.

“Program Sekolah Rakyat permanen bukan hanya tentang bangunan, tapi tentang masa depan anak-anak bangsa,” ujarnya.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya mengawal langsung visi Presiden terpilih Prabowo Subianto dalam bidang pendidikan dan kesejahteraan sosial.

Baca Juga: Transformasi 20 Tahun Jessica Wongso Tuai Sorotan, Netizen Dibuat Tak Percaya

Prabowo sebelumnya menegaskan bahwa reformasi pendidikan dasar dimulai dari akses yang adil, infrastruktur memadai, serta gizi yang cukup bagi siswa.

Menurut data dari Kementerian Pendidikan, lebih dari 21 ribu sekolah di Indonesia masih dalam kondisi rusak atau tidak layak.

Pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat akan menargetkan daerah-daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) untuk memutus rantai ketimpangan pendidikan.

Baca Juga: Koperasi Merah Putih Tekan Permainan Harga, LPG Subsidi Kini Lebih Murah dan Transparan

Kunjungan KSP ini diharapkan menjadi titik awal dari pelaksanaan program yang tepat sasaran, berkelanjutan, dan menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung, terutama dalam konteks pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X