Revolusi Hijau Energi Nasional: Presiden Resmikan 379,7 MW EBT Serentak di 15 Provinsi

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Kamis, 26 Juni 2025 | 18:02 WIB
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto  secara daring meresmikan proyek pembangkit listrik berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) secara serentak di 15 provinsi. (Instagram presidenrepublikindonesia)
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara daring meresmikan proyek pembangkit listrik berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) secara serentak di 15 provinsi. (Instagram presidenrepublikindonesia)

 

JAKARTA, METROSELEBES.COM – Dalam langkah besar menuju revolusi hijau dan kemandirian energi nasional, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto  secara daring meresmikan proyek pembangkit listrik berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) secara serentak di 15 provinsi.

Agenda ini juga dibarengi dengan peningkatan produksi minyak sebesar 30.000 barel per hari di Blok Cepu, sebagai bagian dari strategi energi nasional jangka panjang.

Peresmian ini merupakan wujud komitmen pemerintah untuk berdikari di sektor energi dan mewujudkan cita-cita Indonesia dalam mencapai kemandirian energi secara berkelanjutan.

Baca Juga: Transformasi 20 Tahun Jessica Wongso Tuai Sorotan, Netizen Dibuat Tak Percaya

Berdasarkan data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, total kapasitas proyek EBT yang diresmikan Presiden mencapai 379,7 megawatt (MW).

Rinciannya, 351,9 MW berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dan 27,8 MW dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Presiden dalam sambutannya menekankan pentingnya pengelolaan kekayaan alam nasional secara bijak dan berkelanjutan.

Baca Juga: Koperasi Merah Putih Tekan Permainan Harga, LPG Subsidi Kini Lebih Murah dan Transparan

Hal ini, menurut Presiden, menjadi fondasi penting untuk menjamin ketersediaan energi bagi generasi mendatang secara efisien dan ekonomis.

Data dari IESR (Institute for Essential Services Reform) juga menguatkan langkah ini.

Laporan tahun 2024 menyebut bahwa percepatan pemanfaatan EBT mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil dan menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29% pada 2030.

Baca Juga: Hakim AS Tolak Gugatan Penulis terhadap Meta dalam Kasus Pelanggaran Hak Cipta oleh AI

Dengan peresmian proyek energi hijau ini, Indonesia tidak hanya memperkuat ketahanan energi dalam negeri, tetapi juga menunjukkan keseriusannya dalam transisi energi bersih untuk masa depan yang lebih berkelanjutan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X