WASHINGTON,METROSELEBES.COM-Pemerintahan Presiden Donald Trump berencana mendeportasi kembali Kilmar Abrego, seorang migran asal El Salvador yang sebelumnya telah dideportasi secara keliru, namun kali ini tidak akan mengirimnya kembali ke El Salvador, demikian disampaikan seorang pengacara pemerintah dalam sidang pengadilan federal pada Kamis.
Baca Juga: MK Akhiri “Pemilu 5 Kotak”: Nasional dan Lokal Resmi Terpisah Mulai 2029
Abrego, yang telah tinggal secara legal di Amerika Serikat dengan izin kerja sejak beberapa tahun lalu, sebelumnya dideportasi ke El Salvador pada Maret 2025 meskipun ada keputusan pengadilan tahun 2019 yang secara eksplisit melarang deportasi ke negara asalnya karena risiko penganiayaan. Setelah deportasi itu, ia dipenjara di El Salvador sebelum akhirnya dibawa kembali ke AS awal bulan ini untuk menghadapi dakwaan pidana federal.
Menurut juru bicara Gedung Putih, Abigail Jackson, Abrego akan menjalani proses hukum penuh di Amerika Serikat atas tuduhan penyelundupan migran. "Ia akan menghadapi seluruh kekuatan sistem peradilan Amerika — termasuk menjalani hukuman penjara atas kejahatan yang telah dilakukannya," tulis Jackson dalam pernyataan di platform X (sebelumnya Twitter).
Baca Juga: Ekosistem Mandiri, Solusi Baru Pemerintah Atasi Ketergantungan Bantuan
Abrego, yang kini berusia 29 tahun, tinggal di Maryland bersama istrinya yang merupakan warga negara AS dan anak laki-laki mereka. Ia telah mengaku tidak bersalah atas dakwaan mengangkut migran yang tinggal secara ilegal di Amerika Serikat.
Namun, pengacaranya, Sean Hecker, menuding pemerintah telah membuat pernyataan yang saling bertentangan. “Tidak ada satu pun yang tahu apa rencana konkret pemerintah terhadap klien kami, atau bahkan apakah rencana itu benar-benar ada,” kata Hecker dalam pernyataan tertulis.
Baca Juga: MK Pisahkan Pemilu Nasional-Daerah: Strategi Baru Demi Demokrasi Berkualitas
Dalam sidang di pengadilan federal Maryland, pengacara Departemen Kehakiman, Jonathan Guynn, menyatakan bahwa pemerintah tidak memiliki “rencana segera” untuk mendeportasi Abrego. Jika nantinya dilakukan, deportasi tidak akan ke El Salvador, melainkan ke negara ketiga yang tidak disebutkan namanya.
Hakim federal dalam kasus pidana yang berlangsung di Tennessee telah memerintahkan agar Abrego dibebaskan sebelum persidangan, paling cepat pada Jumat. Namun, pemerintah menyatakan akan langsung menempatkannya kembali dalam tahanan imigrasi setelah pembebasannya.
Baca Juga: Desa Bangkit dari Sunyi: Koperasi Menjadi Mesin Penggerak Baru
Artikel Terkait
Hakim AS Tolak Gugatan Penulis terhadap Meta dalam Kasus Pelanggaran Hak Cipta oleh AI
Koperasi Merah Putih Tekan Permainan Harga, LPG Subsidi Kini Lebih Murah dan Transparan
Transformasi 20 Tahun Jessica Wongso Tuai Sorotan, Netizen Dibuat Tak Percaya
Revolusi Hijau Energi Nasional: Presiden Resmikan 379,7 MW EBT Serentak di 15 Provinsi
Misi Sekolah Rakyat Permanen: KSP Kawal Transformasi Pendidikan Prabowo
Petani Tak Lagi Dijajah Tengkulak, Kopdes Merah Putih Buka Jalan Harga Adil
Desa Bangkit dari Sunyi: Koperasi Menjadi Mesin Penggerak Baru
MK Pisahkan Pemilu Nasional-Daerah: Strategi Baru Demi Demokrasi Berkualitas
Ekosistem Mandiri, Solusi Baru Pemerintah Atasi Ketergantungan Bantuan
MK Akhiri “Pemilu 5 Kotak”: Nasional dan Lokal Resmi Terpisah Mulai 2029