Kilmar Abrego Akan Diadili dan Dideportasi Lagi, Tapi Bukan ke El Salvador

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Jumat, 27 Juni 2025 | 08:14 WIB
Kilmar Abrego Garcia, seorang migran asal El Salvador yang tinggal secara legal di AS dengan izin kerja dan dideportasi secara keliru ke El Salvador, terlihat mengenakan topi Chicago Bulls dalam foto yang dibagikan ini. Source FOTO: REUTERS
Kilmar Abrego Garcia, seorang migran asal El Salvador yang tinggal secara legal di AS dengan izin kerja dan dideportasi secara keliru ke El Salvador, terlihat mengenakan topi Chicago Bulls dalam foto yang dibagikan ini. Source FOTO: REUTERS

WASHINGTON,METROSELEBES.COM-Pemerintahan Presiden Donald Trump berencana mendeportasi kembali Kilmar Abrego, seorang migran asal El Salvador yang sebelumnya telah dideportasi secara keliru, namun kali ini tidak akan mengirimnya kembali ke El Salvador, demikian disampaikan seorang pengacara pemerintah dalam sidang pengadilan federal pada Kamis.

Baca Juga: MK Akhiri “Pemilu 5 Kotak”: Nasional dan Lokal Resmi Terpisah Mulai 2029

Abrego, yang telah tinggal secara legal di Amerika Serikat dengan izin kerja sejak beberapa tahun lalu, sebelumnya dideportasi ke El Salvador pada Maret 2025 meskipun ada keputusan pengadilan tahun 2019 yang secara eksplisit melarang deportasi ke negara asalnya karena risiko penganiayaan. Setelah deportasi itu, ia dipenjara di El Salvador sebelum akhirnya dibawa kembali ke AS awal bulan ini untuk menghadapi dakwaan pidana federal.

 

Menurut juru bicara Gedung Putih, Abigail Jackson, Abrego akan menjalani proses hukum penuh di Amerika Serikat atas tuduhan penyelundupan migran. "Ia akan menghadapi seluruh kekuatan sistem peradilan Amerika — termasuk menjalani hukuman penjara atas kejahatan yang telah dilakukannya," tulis Jackson dalam pernyataan di platform X (sebelumnya Twitter).

Baca Juga: Ekosistem Mandiri, Solusi Baru Pemerintah Atasi Ketergantungan Bantuan

Abrego, yang kini berusia 29 tahun, tinggal di Maryland bersama istrinya yang merupakan warga negara AS dan anak laki-laki mereka. Ia telah mengaku tidak bersalah atas dakwaan mengangkut migran yang tinggal secara ilegal di Amerika Serikat.

 

Namun, pengacaranya, Sean Hecker, menuding pemerintah telah membuat pernyataan yang saling bertentangan. “Tidak ada satu pun yang tahu apa rencana konkret pemerintah terhadap klien kami, atau bahkan apakah rencana itu benar-benar ada,” kata Hecker dalam pernyataan tertulis.

Baca Juga: MK Pisahkan Pemilu Nasional-Daerah: Strategi Baru Demi Demokrasi Berkualitas

Dalam sidang di pengadilan federal Maryland, pengacara Departemen Kehakiman, Jonathan Guynn, menyatakan bahwa pemerintah tidak memiliki “rencana segera” untuk mendeportasi Abrego. Jika nantinya dilakukan, deportasi tidak akan ke El Salvador, melainkan ke negara ketiga yang tidak disebutkan namanya.

 

Hakim federal dalam kasus pidana yang berlangsung di Tennessee telah memerintahkan agar Abrego dibebaskan sebelum persidangan, paling cepat pada Jumat. Namun, pemerintah menyatakan akan langsung menempatkannya kembali dalam tahanan imigrasi setelah pembebasannya.

Baca Juga: Desa Bangkit dari Sunyi: Koperasi Menjadi Mesin Penggerak Baru

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X