Trump Nyatakan Perang Iran-Israel Sebagai “Kemenangan Bersama”, Reformasi Dalam Negeri Iran Mengemuka

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Rabu, 25 Juni 2025 | 19:45 WIB
Orang-orang berisyarat saat menghadiri sebuah pertemuan untuk mendukung Angkatan Bersenjata Iran, setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan gencatan senjata antara Israel dan Iran, di Teheran, Iran, 24 Juni 2025. Source FOTO: REUTERS
Orang-orang berisyarat saat menghadiri sebuah pertemuan untuk mendukung Angkatan Bersenjata Iran, setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan gencatan senjata antara Israel dan Iran, di Teheran, Iran, 24 Juni 2025. Source FOTO: REUTERS

DEN HAAG/TEL AVIV/INSTANBUL,METROSELEBES.COM-Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut berakhirnya konflik bersenjata antara Iran dan Israel sebagai "kemenangan bagi semua pihak", meskipun masih ada ketidakpastian mengenai sejauh mana kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan udara AS terhadap fasilitas nuklir Iran.

Baca Juga: Ketegangan Timur Tengah Mereda, Fokus Pasar Beralih ke Powell dan Prospek Pemangkasan Suku Bunga

Dalam pidatonya di sela-sela KTT NATO di Den Haag pada Rabu, Trump menegaskan bahwa keputusan Amerika untuk bergabung dalam serangan Israel dan menjatuhkan bom penghancur bunker di situs nuklir Iran telah mengakhiri perang yang berlangsung singkat namun intens. “Itu adalah kehancuran total. Saya yakin mereka tidak akan mencoba membangun kembali fasilitas nuklirnya,” kata Trump. Ia juga menambahkan bahwa dirinya percaya Iran akan memilih jalur diplomatik menuju rekonsiliasi.

 

Trump menepis laporan awal dari Badan Intelijen Pertahanan AS yang menyatakan program nuklir Iran kemungkinan hanya tertunda beberapa bulan. “Laporan itu tidak meyakinkan. Saya yakin targetnya sudah hancur,” ujarnya.

 

Ia menyiratkan kemungkinan hubungan diplomatik baru dengan Teheran: “Saya rasa, akhirnya kita akan memiliki semacam hubungan dengan Iran untuk menyelesaikan masalah ini.”

Baca Juga: Penjualan Tesla di Eropa Anjlok Lima Bulan Berturut-turut, BYD Nyaris Menyamai

Reformasi di Tengah Reruntuhan

 

Di Teheran, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyambut munculnya solidaritas nasional selama masa perang, dan menyebut momen ini sebagai peluang untuk mereformasi sistem pemerintahan yang selama ini didominasi oleh kalangan garis keras. “Perang ini dan empati yang tumbuh di antara rakyat dan para pejabat adalah peluang untuk mengubah cara pandang dalam kepemimpinan dan perilaku para pejabat, demi menciptakan persatuan,” kata Pezeshkian dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah.

 

Namun, pemerintah Iran tetap menunjukkan kekuatan dengan mengeksekusi tiga orang yang dituduh bekerja sama dengan badan intelijen Israel, Mossad, serta menyelundupkan peralatan yang digunakan dalam pembunuhan. Lebih dari 700 orang ditangkap karena diduga memiliki hubungan dengan Israel selama konflik berlangsung, menurut media terkait pemerintah.

Baca Juga: Trump Yakinkan Komitmen ke NATO saat Aliansi Sepakati Target Belanja Pertahanan 5% PDB

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X