Utusan Trump: Pembicaraan AS-Iran Menjanjikan, Peluang Damai Jangka Panjang Terbuka

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Rabu, 25 Juni 2025 | 10:31 WIB
Utusan Timur Tengah AS, Steve Witkoff, berbicara kepada anggota media bersama Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, di luar West Wing Gedung Putih di Washington, Amerika Serikat. Source FOTO: REUTERS
Utusan Timur Tengah AS, Steve Witkoff, berbicara kepada anggota media bersama Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, di luar West Wing Gedung Putih di Washington, Amerika Serikat. Source FOTO: REUTERS

WASHINGTON,METROSELEBES.COM-Utusan Timur Tengah Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Steve Witkoff, menyampaikan bahwa pembicaraan antara Washington dan Teheran berjalan menjanjikan, memunculkan harapan tercapainya kesepakatan damai jangka panjang antara kedua negara yang selama ini terlibat ketegangan. Seperti dikutip dari Reuters pada Rabu (25/06/2025).

Baca Juga: Co-op Inggris Hentikan Impor dari Israel dan 16 Negara Lain karena Isu HAM

Dalam sebuah wawancara dengan program The Ingraham Angle di Fox News, Witkoff menyatakan bahwa komunikasi antara kedua negara kini telah berlangsung, baik secara langsung maupun melalui pihak ketiga. “Kami sudah mulai berbicara satu sama lain, tidak hanya secara langsung tetapi juga melalui perantara. Saya pikir percakapan ini sangat menjanjikan. Kami berharap bisa mencapai kesepakatan damai jangka panjang yang akan membangkitkan kembali Iran,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, Witkoff menambahkan, “Sekarang saatnya bagi kami untuk duduk bersama Iran dan menyusun perjanjian damai yang komprehensif. Saya sangat yakin bahwa kami akan mencapainya.”

Baca Juga: Damai Rawan Timur Tengah Angkat Bursa Saham Kanada, Tapi Sektor Tambang Tersandung

Latar Belakang dan Signifikansi

 

Pernyataan Witkoff datang di tengah proses diplomatik sensitif antara Amerika Serikat dan Iran, yang sejak April telah menggelar pembicaraan tidak langsung terkait program nuklir Iran. Teheran bersikeras bahwa programnya bersifat damai, sementara Washington menuntut jaminan bahwa Iran tidak akan mengembangkan senjata nuklir.

 

Isu ini menjadi semakin krusial setelah konflik bersenjata antara Iran dan sekutu utama AS di Timur Tengah, Israel, meletus pada 13 Juni lalu. Ketegangan meningkat tajam ketika Israel melancarkan serangan udara ke wilayah Iran, yang kemudian dibalas Iran dengan serangan terhadap pangkalan militer AS di Qatar. Serangan balasan ini terjadi hanya beberapa jam sebelum Trump mengumumkan gencatan senjata antara Israel dan Iran pada hari Senin melalui media sosial.

Baca Juga: Ledakan Mengguncang Teheran Meski Trump Perintahkan Israel Hentikan Serangan: Gencatan Senjata Diuji Sejak Awal

Konteks Kawasan

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X