JAKARTA,METROSELEBES.COM-Penjualan mobil baru Tesla di Eropa kembali merosot pada Mei, mencatat penurunan sebesar 27,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ironisnya, tren ini terjadi di tengah lonjakan penjualan kendaraan listrik murni (battery electric vehicle/BEV) di kawasan tersebut yang naik 27,2%. Model Y versi terbaru Tesla belum menunjukkan dampak signifikan dalam mengangkat kembali performa merek asal Amerika Serikat itu di pasar Eropa.
Baca Juga: Trump Yakinkan Komitmen ke NATO saat Aliansi Sepakati Target Belanja Pertahanan 5% PDB
Berdasarkan data dari Asosiasi Produsen Mobil Eropa (ACEA), total penjualan mobil di Eropa pada bulan Mei meningkat 1,9%. Pertumbuhan terbesar berasal dari mobil hibrida plug-in dan kendaraan berbahan bakar alternatif lainnya. Namun, Tesla justru kehilangan pangsa pasar, turun dari 1,8% pada Mei 2024 menjadi hanya 1,2% tahun ini.
Anjloknya performa Tesla di Eropa sudah berlangsung selama lima bulan berturut-turut. Faktor utama disebut-sebut karena konsumen mulai beralih ke mobil listrik asal Tiongkok yang lebih murah, serta adanya sentimen negatif terhadap CEO Tesla, Elon Musk, karena pandangan politiknya.
Baca Juga: Utusan Trump: Pembicaraan AS-Iran Menjanjikan, Peluang Damai Jangka Panjang Terbuka
Sementara itu, pabrikan Tiongkok tetap melaju kencang di pasar Eropa meski dikenakan tarif impor oleh Uni Eropa. Data dari Jato Dynamics menunjukkan produsen mobil Tiongkok menjual 65.808 unit pada Mei dan berhasil menggandakan pangsa pasar mereka menjadi 5,9%. BYD bahkan mencatatkan angka penjualan hampir menyamai Tesla bulan lalu, setelah sebelumnya berhasil menyalipnya pada April.
Secara keseluruhan, penjualan mobil baru di Uni Eropa, Inggris, dan Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa (EFTA) naik menjadi 1,11 juta unit pada Mei, setelah mengalami penurunan tipis 0,3% pada April.
SAIC Motor milik negara Tiongkok dan BMW asal Jerman mencatat kenaikan pendaftaran kendaraan baru masing-masing sebesar 22,5% dan 5,6%, sedangkan Mazda asal Jepang justru turun 23%.
Baca Juga: Kopdes Merah Putih Jadi Solusi Modal Usaha Tanpa Jaminan Pribadi
Di kawasan Uni Eropa sendiri, total penjualan mobil sepanjang tahun ini menurun 0,6% dibanding tahun lalu. Namun, permintaan untuk kendaraan listrik terus meningkat. Pendaftaran mobil listrik murni (BEV), hibrida plug-in (PHEV), dan hibrida (HEV) masing-masing tumbuh 26,1%, 15%, dan 19,8%. Pangsa pasar gabungan ketiganya mencapai 58,9% dari seluruh registrasi mobil penumpang di bulan Mei, naik dari 48,9% pada Mei 2024.
Artikel Terkait
Kades Belajar ke Negeri Tirai Bambu, Pemerintah Dorong Lompatan Kemajuan Desa
BSU 2025 Cair, Buruh Bergaji Rp3,5 Juta ke Bawah Jadi Prioritas
Koperasi Merah Putih” Jadi Senjata Baru Pemerintah Bangkitkan Ekonomi Desa
Tahun Ajaran Baru 2025, Sekolah Rakyat Siap Dimulai 14 Juli
DPR Apresiasi Aksi Cepat Presiden Prabowo Atasi Konflik Wilayah dan Tambang Raja Ampat
DPR Siap Kawal Tahun Sidang 2024–2025: Fokus Pengangguran, Haji 2025, dan Aturan Ojek Online
Utusan Trump: Pembicaraan AS-Iran Menjanjikan, Peluang Damai Jangka Panjang Terbuka
Semangat Gotong Royong Kopdes: Kunci Pengawasan dan Profesionalisme Koperasi Desa
Kopdes Merah Putih Jadi Solusi Modal Usaha Tanpa Jaminan Pribadi
Trump Yakinkan Komitmen ke NATO saat Aliansi Sepakati Target Belanja Pertahanan 5% PDB