Penjualan Tesla di Eropa Anjlok Lima Bulan Berturut-turut, BYD Nyaris Menyamai

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Rabu, 25 Juni 2025 | 19:08 WIB
Mobil Model Y difoto saat upacara pembukaan Gigafactory Tesla yang baru untuk mobil listrik di Gruenheide, Jerman, pada 22 Maret 2022. Source FOTO: REUTERS
Mobil Model Y difoto saat upacara pembukaan Gigafactory Tesla yang baru untuk mobil listrik di Gruenheide, Jerman, pada 22 Maret 2022. Source FOTO: REUTERS

JAKARTA,METROSELEBES.COM-Penjualan mobil baru Tesla di Eropa kembali merosot pada Mei, mencatat penurunan sebesar 27,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ironisnya, tren ini terjadi di tengah lonjakan penjualan kendaraan listrik murni (battery electric vehicle/BEV) di kawasan tersebut yang naik 27,2%. Model Y versi terbaru Tesla belum menunjukkan dampak signifikan dalam mengangkat kembali performa merek asal Amerika Serikat itu di pasar Eropa.

Baca Juga: Trump Yakinkan Komitmen ke NATO saat Aliansi Sepakati Target Belanja Pertahanan 5% PDB

Berdasarkan data dari Asosiasi Produsen Mobil Eropa (ACEA), total penjualan mobil di Eropa pada bulan Mei meningkat 1,9%. Pertumbuhan terbesar berasal dari mobil hibrida plug-in dan kendaraan berbahan bakar alternatif lainnya. Namun, Tesla justru kehilangan pangsa pasar, turun dari 1,8% pada Mei 2024 menjadi hanya 1,2% tahun ini.

 

Anjloknya performa Tesla di Eropa sudah berlangsung selama lima bulan berturut-turut. Faktor utama disebut-sebut karena konsumen mulai beralih ke mobil listrik asal Tiongkok yang lebih murah, serta adanya sentimen negatif terhadap CEO Tesla, Elon Musk, karena pandangan politiknya.

Baca Juga: Utusan Trump: Pembicaraan AS-Iran Menjanjikan, Peluang Damai Jangka Panjang Terbuka

Sementara itu, pabrikan Tiongkok tetap melaju kencang di pasar Eropa meski dikenakan tarif impor oleh Uni Eropa. Data dari Jato Dynamics menunjukkan produsen mobil Tiongkok menjual 65.808 unit pada Mei dan berhasil menggandakan pangsa pasar mereka menjadi 5,9%. BYD bahkan mencatatkan angka penjualan hampir menyamai Tesla bulan lalu, setelah sebelumnya berhasil menyalipnya pada April.

 

Secara keseluruhan, penjualan mobil baru di Uni Eropa, Inggris, dan Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa (EFTA) naik menjadi 1,11 juta unit pada Mei, setelah mengalami penurunan tipis 0,3% pada April.

 

SAIC Motor milik negara Tiongkok dan BMW asal Jerman mencatat kenaikan pendaftaran kendaraan baru masing-masing sebesar 22,5% dan 5,6%, sedangkan Mazda asal Jepang justru turun 23%.

Baca Juga: Kopdes Merah Putih Jadi Solusi Modal Usaha Tanpa Jaminan Pribadi

Di kawasan Uni Eropa sendiri, total penjualan mobil sepanjang tahun ini menurun 0,6% dibanding tahun lalu. Namun, permintaan untuk kendaraan listrik terus meningkat. Pendaftaran mobil listrik murni (BEV), hibrida plug-in (PHEV), dan hibrida (HEV) masing-masing tumbuh 26,1%, 15%, dan 19,8%. Pangsa pasar gabungan ketiganya mencapai 58,9% dari seluruh registrasi mobil penumpang di bulan Mei, naik dari 48,9% pada Mei 2024.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X