Ketegangan Timur Tengah Mereda, Fokus Pasar Beralih ke Powell dan Prospek Pemangkasan Suku Bunga

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Rabu, 25 Juni 2025 | 19:21 WIB
Seorang pedagang bekerja di lantai Bursa Efek New York (NYSE) di Kota New York, Amerika Serikat, pada 23 Juni 2025. Source FOTO: REUTERS
Seorang pedagang bekerja di lantai Bursa Efek New York (NYSE) di Kota New York, Amerika Serikat, pada 23 Juni 2025. Source FOTO: REUTERS

NEW YORK,METROSELEBES.COM-Kontrak berjangka saham Amerika Serikat bergerak stabil pada Rabu pagi waktu setempat, menyusul kabar bahwa gencatan senjata antara Israel dan Iran masih bertahan. Sementara itu, pelaku pasar bersiap menanti pernyataan lanjutan dari Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, terkait arah kebijakan suku bunga. Seperti dikutip dari Reuters pada Rabu (25/06/2025).

Baca Juga: Penjualan Tesla di Eropa Anjlok Lima Bulan Berturut-turut, BYD Nyaris Menyamai

Ketiga indeks utama Wall Street ditutup naik lebih dari 1% pada Selasa, dengan Nasdaq 100 mencatatkan rekor tertinggi baru. Kenaikan ini didorong oleh meredanya ketegangan geopolitik yang selama ini membayangi sentimen risiko investor. Indeks acuan S&P 500 kini hanya terpaut kurang dari 1% dari level tertinggi sepanjang masa.

 

Meski terjadi beberapa pelanggaran terisolasi terhadap gencatan senjata yang dimediasi Presiden AS Donald Trump sehari sebelumnya, para pelaku pasar tetap optimistis bahwa perdamaian sementara ini akan bertahan.

Baca Juga: Trump Yakinkan Komitmen ke NATO saat Aliansi Sepakati Target Belanja Pertahanan 5% PDB

“Sejumlah kekhawatiran besar kita untuk saat ini bergeser ke posisi netral, dari sebelumnya menjadi hambatan besar,” kata Art Hogan, Kepala Strategi Pasar di B Riley Wealth. “Kami mengadopsi pendekatan wait-and-see untuk saat ini, terutama karena ekskalasi konflik tampaknya menurun.”

 

Powell dijadwalkan melanjutkan kesaksiannya di Kongres pada pukul 10.00 pagi ET hari ini. Investor berharap mendapatkan sinyal lebih jelas mengenai langkah kebijakan moneter berikutnya, sehari setelah Powell menekankan pendekatan hati-hati bank sentral dalam merespons tekanan inflasi yang dipicu tarif perdagangan. Ia juga mengindikasikan bahwa penurunan inflasi yang lebih cepat dari perkiraan atau pelemahan pasar tenaga kerja bisa mempercepat pemangkasan suku bunga.

 

Di sisi lain, data kepercayaan konsumen AS yang mengecewakan pada Selasa membuka kemungkinan bahwa pemangkasan suku bunga pertama bisa terjadi lebih cepat, mungkin sudah pada Juli. Berdasarkan alat pemantauan FedWatch milik CME Group, pelaku pasar kini memperkirakan pemangkasan suku bunga sebesar 60 basis poin hingga akhir 2025, dengan peluang 70% terjadinya pemotongan 25 bps pada September mendatang.

Baca Juga: Utusan Trump: Pembicaraan AS-Iran Menjanjikan, Peluang Damai Jangka Panjang Terbuka

Pada pukul 07:06 pagi ET, kontrak berjangka Dow Jones turun 37 poin (0,09%), sementara S&P 500 naik tipis 0,02%, dan Nasdaq 100 bertambah 41 poin (0,18%).

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X