Perang meletus saat Israel secara tiba-tiba menyerang fasilitas nuklir Iran dan membunuh sejumlah petinggi militer negara tersebut—serangan paling signifikan terhadap Iran sejak Perang Iran-Irak pada 1980-an.
Selama kampanye militer, Israel menyatakan siap menggulingkan rezim ulama Iran demi mencapai tujuannya. Iran bersikeras bahwa program nuklirnya hanya untuk tujuan damai dan menolak tuduhan sedang mengembangkan senjata nuklir.
Baca Juga: HIPMI Digitalisasi Desa: Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Motor Ekonomi Milenial
Pihak berwenang Iran menyatakan ratusan warga tewas akibat serangan udara. Namun, informasi lengkap mengenai kerusakan belum dapat diverifikasi secara independen karena ketatnya pengendalian media.
Di sisi lain, rudal balasan dari Iran telah menewaskan 28 orang di Israel, menandai untuk pertama kalinya rudal-rudal Iran menembus sistem pertahanan negeri tersebut dalam jumlah besar.
Artikel Terkait
Gencatan Senjata Goyah: Israel Serang Balik Iran Setelah Diduga Langgar Kesepakatan, Dunia Tarik Napas Lega
DPR RI Buka Masa Sidang IV, Fokus Tangani PHK dan Stimulus Ekonomi
Trump Umumkan Gencatan Senjata Israel-Iran, Tapi Banyak Pertanyaan Besar Masih Menggantung
RI Mengorbit: RIDU-SAT 1, Satelit Nano Karya Unhan RI Resmi Mengudara
HIPMI Digitalisasi Desa: Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Motor Ekonomi Milenial
Jerome Powell Tetap Pimpin The Fed, Trump Terbatas Dalam Opsi Penunjukan Baru
Kopdes Merah Putih Ceria Sembako Hadirkan Revolusi Logistik Desa
Euro dan Yen Menguat, Harga Minyak Anjlok Usai Gencatan Senjata Israel-Iran, Dolar Tertekan
Trump Geram Kedua Pihak Langgar Gencatan Senjata, Peringatkan Israel: "Jangan Jatuhkan Bom Itu!"
Gejolak Minyak Mereda, Pasar Saham Global Melonjak Usai Gencatan Senjata Iran-Israel