Israel Klaim Bunuh Komandan Tertinggi Iran, Perang Udara Makin Memanas di Tengah Ketegangan Nuklir

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Sabtu, 21 Juni 2025 | 18:01 WIB
Sebuah rudal yang diluncurkan dari Iran berhasil dicegat, terlihat dari Ashkelon, Israel, 21 Juni 2025.  Source FOTO: REUTERS
Sebuah rudal yang diluncurkan dari Iran berhasil dicegat, terlihat dari Ashkelon, Israel, 21 Juni 2025. Source FOTO: REUTERS

Serangan terhadap Fasilitas Medis dan Infrastruktur Nuklir

 

Iran menuduh Israel menyerang tiga rumah sakit dan enam ambulans selama konflik berlangsung, menewaskan dua petugas kesehatan dan seorang anak. Menteri Kesehatan Iran, Mohammadreza Zafarqandi, mengungkapkan bahwa fasilitas medis menjadi salah satu target dalam serangan terbaru. Israel membantah sengaja menyerang sasaran sipil, namun mengakui kemungkinan adanya "kerusakan tambahan" dalam beberapa operasi.

 

Sebaliknya, sebuah rudal Iran dilaporkan menghantam rumah sakit di Beersheba, Israel selatan, pada hari Kamis, memperburuk dampak kemanusiaan konflik ini.

 

Israel juga disebut telah menyerang fasilitas nuklir besar di Isfahan, meskipun Iran menegaskan tidak ada kebocoran zat berbahaya. Militer Israel mengonfirmasi bahwa mereka melancarkan gelombang serangan terhadap gudang penyimpanan dan peluncuran rudal milik Iran.

Baca Juga: Kopersi Desa Jadi Kunci Kemandirian Ekonomi Nasional, Menkop Dorong Kolaborasi Akademisi dan Mahasiswa

Iran Tolak Diplomasi di Tengah Serangan. Di tengah tekanan internasional untuk meredakan ketegangan, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menegaskan bahwa negaranya tidak akan kembali ke meja perundingan selama agresi militer Israel terus berlangsung. Dalam konferensi pers di Istanbul pada pertemuan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Araqchi menuding ada indikasi keterlibatan AS dalam agresi Israel.

 

“Saya tidak bisa bernegosiasi dengan AS saat rakyat kami dibombardir dengan dukungan mereka,” katanya.

 

Sebelumnya, Araqchi sempat bertemu dengan para menteri luar negeri Eropa di Jenewa dalam upaya memulihkan jalur diplomasi. Namun, upaya itu belum menunjukkan hasil nyata.

Baca Juga: Koperasi Desa Jadi Kunci Kemandirian Ekonomi: Wamenkop Dorong Kolaborasi dengan Politeknik Harapan Bersama

Trump dan Dilema Keterlibatan AS. Presiden Donald Trump menyatakan akan memutuskan dalam dua minggu apakah AS akan turut campur dalam konflik ini di pihak Israel. Ia mengisyaratkan bahwa Iran mungkin hanya berjarak beberapa minggu dari kemampuan memiliki senjata nuklir.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X